Ditempat yang sama, salah seorang penerima bantuan, Mustofa (28) mengaku bersyukur dengan bantuan yang diberikan tersebut.
"Saya sangat senang. Karena penghasilan menurun. Biasanya bawa 6 kilogram (beras). Sekarang hanya masak jadi 2 kilogram. Otomatis penghasilannya sangat menurun," ujar penjual nasi goreng tersebut.
Uniknya, saat berbincang dengan Mustofa, Kapolresta Solo bertanya menggunakan bahasa Madura.
"Asli medure be en? (kamu asli Madura?). Semma Compo an? (rumahnya di mana?)," tanya Ade.
Baca Juga:21.000 PKL Solo yang Terdampak PPKM Darurat, Diusulkan Dapat Bansos APBD
"Iya Pak saya asli Madura. Dari Bangkalan," jawab sang pedagang diikuti gelak tawa keduanya.
Mantan Kapolres Karanganyar itu mengungkapkan rahasia fasih berbahasa khas Pulau Garam.
"Saya dulu pernah dinas di Pasuruan dan Probolinggo mas. Jadi di sana pakai bahasa Madura," tuturnya.
Total dalam operasi itu, petugas gabungan membagikan sebanyk 1.500 paket sembako. Sasarannya, masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Bengawan.
Baca Juga:Eks Kiper Seksi Amerika Serikat Bongkar Praktik Seks Bebas di Ajang Olimpiade