alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kota Solo Berstatus PPKM Level 4, Ini Alasannya

Budi Arista Romadhoni Kamis, 22 Juli 2021 | 13:12 WIB

Kota Solo Berstatus PPKM Level 4, Ini Alasannya
Petugas gabungan Satgas penanganan Covid-19 saat berjaga-jaga penyekatan ruas jalan pada PPKM Darurat di Jalan Slamet Riyadi Gendangan, Solo, Jateng, Minggu (11/7/2021). [ANTARA/Bambang Dwi Marwoto]

Kota Solo belum mengendorkan kebijakan PPKM Darurat, mereka kini berstatus PPKM Level 4

SuaraSurakarta.id - Pemerintah Indonesia memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat atau PPKM Darurat. 

Presiden Jokowi yang mengumumkan sendiri perpanjangan PPKM level 1-4 berlaku 21-25 Juli.

Dalam perpanjangan PPKM Level 1-4 tersebut, Kota Solo masih berada di zona level 4 Covid-19. Padahal, daerah Sragen dan Boyolali masuk level 3 Covid-19.

“Solo sampai sekarang masih dalam kondisi level 4. Atas dasar itu Pemkot tidak melonggarkan aturan,” ujar Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa dilansir dari Timlo.net, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: SE Pelonggaran PPKM Batal, Pemkot Balikpapan Ikut Instruksi Kemendagri

Teguh mengungkapkan alasan Kota Solo masih masuk zona level 4 karena angka kasus Virus Corona di Solo memang sudah terlihat turun dalam beberapa hari terakhir.

Namun, untuk ruang isolasi rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) yang masih penuh.

“Kasus harian Covid-19 Solo sudah turun, tetapi BOR di rumah sakit masih penuh. Itu yang menjadi penyebab Solo masuk zona level 4,” ungkap Teguh.

BOR RS di Solo, kata dia, saat ini masih berada di angka 95 persen dan beberapa rumah sakit sudah penuh. Dengan kondisi itu, ia mengakui ada pasien yang meninggal dunia sebelum ditangani karena kondisi RS yang penuh.

“Kami prihatin sekali. Kenyataan di lapangan seperti itu. Banyak pasien luar kota yang dirujuk ke Solo antre di IGD belum tertangani sudah meninggal,” kata dia.

Baca Juga: Menyesuaikan PPKM Level 4, Gelaran GIIAS 2021 Bergeser ke Kuartal Akhir 2021

Ia menambahkan, angka kematian di Solo, menurutnya juga masih tinggi, yakni mencapai angka 20 sehari. Padahal, sebelumnya belum pernah mencapai angka tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait