Puluhan Ayam di Klaten Mati Mendadak Karena Flu Burung?

Kasus puluhan ayam yang mendadak mati di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Klaten menggemparkan masyarakat sekitar.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 30 Maret 2021 | 22:26 WIB
Puluhan Ayam di Klaten Mati Mendadak Karena Flu Burung?
Ilustrasi peternakan ayam. [Antara/Seno]

SuaraSurakarta.id - Kasus puluhan ayam yang mendadak mati  di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Klaten menggemparkan masyarakat sekitar.

Menanggapi kejadian itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten turun tangan. Namun, mereka memastikan penyebab kematian ayam itu bukan karena flu burung atau Avian Influenza (AI).

Hal itu disampaikan oleh Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Awik Purwanti. Awik menyatakan timnya sudah mengecek kasus ayam mati mendadak di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, dan Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas.

"Di Desa Kajoran tidak ada sampel yang diperiksa, sebab sudah dikuburkan. Tapi berdasarkan gejala yang disampaikan oleh peternaknya diagnosis penyebabnya berak putih," tutur Awik seperti dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga:Jual Mainan Jadul, Kakek Ini Tempuh Jarak Puluhan Kilometer Setiap Hari

Sedangkan kasus kematian ayam-ayam warga di Desa Tlingsing, ungkap Awik, juga sudah diperiksa. Dari keterangan warga dan diagnosis, kematian ayam di desa itu juga bukan karena flu burung.

"Yang di Desa Tlingsing, negatif AI. Kita sudah cek ke sana," pungkas Awik.

Seperti diketahui, fenomena ayam mendadak beberapa kali terjadi di Klaten. Jika sebelumnya terjadi di Desa Kajoran, Kecamatan Klaten maka hal yang sama kali ini terjadi di Desa Tlingsing Kecamatan Cawas.

"Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Ayam semula sehat lalu tahu-tahu mati dan kepalanya memerah kaya gosong," ungkap salah seorang peternak ayam kampung warga Dusun Krompakan, Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Klaten, Supriyanto.

Bahkan, kematian ayam milik Supriyanto ini terjadi secara beruntun. Hingga totalnya mencapai 20 ekor. "

Baca Juga:Bisa Bikin Emak-emak Pusing, Harga Daging Sapi dan Ayam Merangkak Naik

Jumat sore dua ekor, hari Sabtu pagi [ayam berukuran] besar [mati] enam ekor dan ayam kecil empat ekor. Sabtu siang dua ekor, Minggu pagi dua ekor dan kemarin masih ada sehingga total 20 ekor matinya," lanjut Supriyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini