alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kondisi Alfian Usai Dua Tangannya Diamputasi Akibat Kecelakaan Saat PKL

Ronald Seger Prabowo Rabu, 03 Maret 2021 | 18:41 WIB

Kondisi Alfian Usai Dua Tangannya Diamputasi Akibat Kecelakaan Saat PKL
Alfian Fahrul Nabilia, saat mencoba belajar mengoperasikan handphone menggunakan jari kakinya. [dok pribadi]

Alfian Fahrul Nabilia (18) warga Gantiwarno, Kabupaten Klaten, mengalami nasib miris usai kedua tangannya diamputasi akibat kecelakaan kerja saat praktik kerja lapangan (PKL).

SuaraSurakarta.id - Alfian Fahrul Nabilia (18) warga Gantiwarno, Kabupaten Klaten, mengalami nasib miris usai kedua tangannya diamputasi akibat kecelakaan kerja saat praktik kerja lapangan (PKL).

Kejadian itu berlangsung 9 Maret tahun lalu. Alfian yang merupakan pelajar jurusan Teknik Komputer Karingan (TKJ) SMK di Klaten saat itu sedang PKL di salah satu perusahaan.

Alfian bersama enam temannya mempraktikkan ilmu dengan memasang Wifi di wilayah Kecamatan Wedi. Nahas, saat memasang Wifi itu, pipa besi yang ia bawa ambruk menimpa kabel listrik PLN hingga membuat Alfian tersengat.

Singkat cerita, kondisi luka paling parah berada pada kedua lengannya membuat kedua tangan Alfian harus diamputasi. Kini, putra dari Wagimin (55) dan Tri Ismani (45) itu harus melakukan aktivitasnya sebagai anak muda yang masih berusia produktif hanya menggunakan kedua kakinya. 

Baca Juga: Astaga! Tangan Bocah Yatim Asal Sragen Korban Malpraktik Diamputasi

Hal itu diungkapkan oleh kakak perempuan Alfian, Fathiya Tsabitha.  Fathiya menjelaskan, bahwa kondisi Alfian sekarang sangat keterbatasan.

Untuk makan saja ia harus di suapin oleh orang tuanya. Tak hanya itu, mandi dan aktivitas lainnya ia harus dibantu orang lain disekitarnya. 

Alfian yang tinggal di rumah orang tuanya di RT 02 ,RW 02, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten , kini harus rela belajar beraktivitas menggunakan kedua kakinya sebagai pengganti kedua tangannya.

"Saya kalau melihatnya kasihan mas, masih usia muda sekarang harus keterbatasan melakukan aktifitasnya," ungkap Fathiya saat berbincang dengan SuaraSurakarta.id melalui sambungan telepon.

Menurut Fathiya, saat ini Afian membutuhkan tangan palsu atau tangan robotik, yang menurutnya harganya kisaran Rp 400 juta.

Baca Juga: Kerap Keliru, Ternyata di Desa Ini Banyak Orang Kembar

"Sering kali Alfian bilang curhat ke keluarga, ia ingin membeli tangan robotik, agar sedikit membantu aktivitasnya saat ini. Mengingat masih banyak yang harus Alfian lakukan sebagai anak muda,", terang Fathiya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait