alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin Bangga! Ratusan Orang Tarik Truk Terguling di Karanganyar

Ronald Seger Prabowo Minggu, 28 Februari 2021 | 19:36 WIB

Bikin Bangga! Ratusan Orang Tarik Truk Terguling di Karanganyar
Ratusan warga di sekitar lokasi kejadian berupaya mengevakuasi truk tanki air yang terguling ke area perkebunan di Dukuh Milir, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi pada Minggu (28/2/2021). [Solopos.com/Istimewa]

Potret gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia selalu tersebar di penjuru Tanah Air.

SuaraSurakarta.id - Potret gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia selalu tersebar di penjuru Tanah Air. Bukan hal baru melihat masyarakat bahu-membahu menolong warga lain yang sedang terimpa musibah.

Termasuk yang terjadi di Kecamatan Jenawi, Karanganyar saat kecelakaan truk tangki air yang terguling di kebun kol, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Akibat kecelakaan itu, truk bernomor polisi AD 1973 DF tersebut terperosok di kebun kol dengan jarak 50 meter dari bahu jalan. Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, proses evakuasi truk tersebut dibantu ratusan warga dari tiga dusun di sekitar lokasi kejadian.

Mereka bekerja sama dengan sukarelawan TNI/Polri untuk mengevakuasi truk tangki air yang terguling di area perkebunan di Dukuh Milir, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi.

Baca Juga: Ini Perbedaan Vaksinasi Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah

Warga menggunakan alat seadanya untuk menarik truk tanki air yang jatuh ke area perkebunan. Warga hanya menggunakan tali tambang untuk menarik truk dari lokasi terguling.

Truk terguling dari bahu jalan hingga terperosok sedalam 50 meter. Akibat kejadian itu, sopir mengalami luka-luka dan dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Sukoharjo.

Bayan Dusun Ceto, Warto, menuturkan warga bergotong royong menarik truk tangki yang terguling itu dari area perkebunan hingga ke bahu jalan. Proses evakuasi tidak melibatkan alat berat.

"Kalau pakai mobil derek kelamaan. [Mobil derek] sampai lokasi bisa besok. Kami menggunakan dadung [tali tambang] untuk mengevakuasi. Dadung milik warga setempat juga," tutur Warto saat berbincang dengan wartawan, Minggu (28/2/2021).

Informasi kecelakaan tersebut, lanjut Warto, dibagikan ke grup Whatsapp warga kampung. Warga merespons informasi tersebut dengan datang ke lokasi kejadian. Proses evakuasi diperkirakan selesai pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Vaksin Sinopharm dan Moderna Akan Digunakan untuk Vaksinasi Mandiri

"Di share di grup Whatsapp isinya warga. Lalu warga dari tiga dusun itu datang ke lokasi. Ada kalau 200 orang sampai 300 orang. Kerja bakti mengevakuasi truk tanki," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait