facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Minta Perayaan Imlek di Rumah, Wali Kota Solo Ungkapkan Alasan Ini

Ronald Seger Prabowo Kamis, 11 Februari 2021 | 20:00 WIB

Minta Perayaan Imlek di Rumah, Wali Kota Solo Ungkapkan Alasan Ini
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. [Suara.com/Ari Purnomo]

Masyarakat Kota Solo yang merayakan Tradisi Tahun Baru Imlek untuk beraktivitas di rumah saja. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (11/2/2021).

SuaraSurakarta.id - Masyarakat Kota Solo yang merayakan Tradisi Tahun Baru Imlek untuk beraktivitas di rumah saja. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (11/2/2021).

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu memaparkan,  langkah itu dilakukan guna menekan penyebaran virus Covid-19, terutama di Kota Bengawan.

"Sementara ini saya minta untuk tidak (merayakan dengan kunjungan) dulu. Lebaran kemarin juga tidak [halal bihalal] kok. Natal juga enggak. Imlek saya minta untuk Imlekan di rumah saja. Kalau ibadah tetap sama, diizinkan dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Rudy dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com.

Dia memaparkan, imbauan di rumah saja juga berlaku bagi masyarakat secara umum, utamanya aparatur sipil negara (ASN).

Mereka dilarang keras bepergian ke luar kota pada momentum libur panjang Imlek 11-14 Februari. Menurutnya, larangan ASN bepergian merupakan kelanjutan dari Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Bahkan pihaknya diminta melaporkan kepatuhan larangan tersebut. Larangan di tingkat daerah diterbitkan melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota.

“Jadi SE sudah saya minta dibuat. ASN dilarang ke luar kota. Ke Karanganyar, Sukoharjo ya enggak boleh. Domisili di mana, ya di rumah saja. Harus di dalam rumah. Supaya tidak terjadi persebaran yang susah dideteksi,” tegasnya.

Pengawasan kepatuhan tersebut bisa melalui laporan rutin kepada pejabat pembina kepegawaian. ASN yang nekat bisa dikenai sanksi disiplin.

“Saya minta untuk seperti aturan bekerja dari rumah/work from home (WFH) kemarin. Pejabat pembina menelepon dan mengabsen apakah ASN yang bersangkutan di rumah saja. Ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada tambahan kasus baru. Dan ini mohon maaf, kami bisa menekan persebaran. Tambahan kasusnya kembali dua digit, dipertahankan,” kata dia.

Komentar

Berita Terkait