Dikirimi Karangan Bunga Sadis, Mia Ternyata Nombok Rp 450 Juta

Pengirim dan penerima karangan bunga sadis berlanjut dengan saling lapor di pihak Kepolisian

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:44 WIB
Dikirimi Karangan Bunga Sadis, Mia Ternyata Nombok Rp 450 Juta
Mia Widaningsih, 19, pengelola arisan online By Wida di Sragen. (Solopos.com/Moh Khodiq Duhri)

SuaraSurakarta.id - Kasus pengiriman karangan bunga sadis di sebuah pernikahan di Kabupaten Sragen kini memunculkan sejumlah fakta baru.

Mia Widaningsih (19), pengelola arisan online By Wida yang menerima karangan bunga bernada sadis pada pesta pernikahan kakaknya mengaku malah nombok Rp 450 juta.

Perempuan asal Dukuh Jetak, Desa Pringnom, Sragan itu membantah tudingan telah menggelapkan uang anggota. Kerugian itu didapat karena sejumlah member melarikan diri setelah menang arisan.

Adapun uang setoran macet dari member yang telah memenangi arisan itu mencapai Rp245 juta.

Baca Juga:Cerita Rusaknya Jalan Solo-Sragen yang Terkenal Sejak Zaman Belanda

“Saya sudah berusaha menghubungi mereka, tapi nomor saya malah diblokir. Akhirnya, saya harus menalangi uang untuk pemenang arisan berikutnya. Saya bayar pakai uang keluarga. Saya tombok banyak," ujar Mia saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (20/1/2021) seperti dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com.

"Saya terpaksa menghentikan arisan karena tidak mau rugi terus. Tapi, saya punya iktikad baik untuk mengembalikan uang member melalui angsuran," tambah dia.

Karangan bunga bertuliskan kalimat sadis di salah satu hajatan warga Sragen yang menghebohkan warga. (Instagram)
Karangan bunga bertuliskan kalimat sadis di salah satu hajatan warga Sragen yang menghebohkan warga. (Instagram)

Mia mengaku memiliki dua grup arisan online dengan jumlah anggota masing-masing 127 dan 147 orang. Akan tetapi, dari dua grup itu, hanya ada 55 orang yang aktif.

Setiap hari mereka membayar arisan yang dikelola dengan sistem menurun. Dengan sistem ini, jumlah setoran arisan dari masing-masing member tidak sama.

Anggota yang menyetor arisan paling besar berhak menjadi pemenang pertama. Pemenang arisan berikutnya adalah member dengan setoran tertinggi kedua.

Baca Juga:Nekat Melawan Arah, Warga Hadang Bus Sumber Selamat

“Dapatnya arisan Rp300.000, Rp500.000, Rp1 juta, paling besar dapat Rp20 juta dan Rp25 juta. Itu pun baru 3-4 kali asokan [kocokan]. Kalau dibilang saya nilep uang arisan Rp1 miliar, itu tidak benar. Bagi saya uang Rp1 miliar itu banyak banget,” jelas Mia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini