Cerita Rusaknya Jalan Solo-Sragen yang Terkenal Sejak Zaman Belanda

Setidaknya ada dua koran pada masa Hindia Belanda yang pernah menyoroti kerusakan jalan itu.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:52 WIB
Cerita Rusaknya Jalan Solo-Sragen yang Terkenal Sejak Zaman Belanda
Sejumlah pekerja sibuk memperbaiki jalan Solo-Sragen, tepatnya di kawasan Masaran, Jumat (15/1/2021). (Moh. Khodiq Duhri/Solopos)

SuaraSurakarta.id - Musim penghujan yang mengguyur wilayah Indonesia tak hanya menyebabkan genangan air maupun banjir di beberapa daerah.

Guyuran hujan dengan intensitas tinggi juga berdampak pada infrastruktur, terutama jalan yang mengalami kerusakan.

Berbicara mengenai kerusakan jalan, ada cerita menarik dari kisah rusaknya jalan penghubung antara Kota Solo dan Kabupaten Sragen.

Bahkan, kerusakan jalan itu sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda, seperti dilansir dari Solopos.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga:Selundupkan Sabu 6 kg di Lampu Sorot, 2 TKI Asal Madura Gagal Pulang

Setidaknya ada dua koran pada masa Hindia Belanda yang pernah menyoroti kerusakan jalan itu. Koran berbahasa Belanda, De Locomotief dalam reportase pada 4 Desember 1935 bahkan menyebut Solo-Sragen sebagai jalan terburuk di Vorstenlanden yang akan diperbaiki pada awal 1936.

"Vorstenlanden merupakan sebutan pemerintah Hindia Belanda untuk wilayah empat monarki pecahan Mataram Islam yakni Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran dan Kadipaten Mangkualaman," terang sejarawan Sragen, Johny Adhi Aryawan, kepada Solopos.com, Jumat (15/1/2021).

Sepuluh bulan kemudian, kata Johny, De Locomotief kembali memberitakan progres pengaspalan jalan Solo-Sragen.

Saat berita diturunkan, panjang ruas jalan yang belum diaspal tinggal 4 km. Diharapkan pekerjaan tuntas pada 1 November 1936.

Namun, hanya berselang dua tahun, kerusakan kembali terjadi di jalan Solo-Sragen. Kali ini, Koran Het Algeement Handelsblad dalam reportasenya menyebut jalan tersebut dengan istilah "lebih dari mengerikan."

Baca Juga:4000 Vaksin Tiba di Sidoarjo, Nakes Divaksinasi Dulu, Masyarakat Oktober

Koran berbahasa Belanda itu juga menyebut perbaikan jalan Solo-Sragen sepanjang 3 km di wilayah Palur melibatkan Mangkunegaran.

Kini, jalan Solo-Sragen berstatus sebagai jalan nasional. Meski demikian, kerusakan kerap muncul di sejumlah titik.

Selain berlubang, jalanan juga kerap bergelombang. Tanah yang labil dan banyaknya truk bertonase tinggi yang melintas menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan jalan.

Aspal jalan bergelombang umumnya terjadi di dekat persimpangan jalan. Hal ini disebabkan karena terlalu lama menahan beban truk bertonase tinggi yang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah.

Sejauh ini, perbaikan jalan Solo-Sragen baru sebatas tambal sulam. Kondisi jalan yang rusak itu tentu membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Tidak jarang warga mengalami kecelakaan tunggal setelah roda sepeda motornya terperosok lubang di jalan Solo-Sragen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini