Pasien Inflammatory Bowel Disease Harus Jalani Pengobatan Seumur Hidup

Pasien Inflammatory Bowel Disease (IBD) harus menjalani proses pengobatan dalam jangka waktu lama.

Risna Halidi | Lilis Varwati
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB
Pasien Inflammatory Bowel Disease Harus Jalani Pengobatan Seumur Hidup
Ilustrasi: Pasien Inflammatory Bowel Disease Harus Jalani Pengobatan Seumur Hidup (Shutterstock)

SuaraSurakarta.id - Dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan dan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah Sp.PD mengatakan bahwa pasien Inflammatory Bowel Disease harus menjalani proses pengobatan dalam jangka waktu lama.

Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau inflamsi usus, merupakan masalah peradangan berkelanjutan dari seluruh atau sebagian saluran pencernaan.

Untuk menghindari risiko kekambuhan dan komplikasi, pengobatan penyakit IBD bahkan kerap harus dilakukan seumur hidup.

"Karena IBD penyakit kronik maka pengobatan jadi lama bahkan cenderung seumur hidup," kata Murdani dalam webinar virtual, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga:Makanan Ini Mampu Bantu Membersihkan Usus Lho, Apa Saja?

Setidaknya ada dua jenis obat yang harus dikonsumsi pasien IBD, kata prof. Murdani. Obat pertama adalah untuk induksi yang dapat menurunkan risiko kekambuhan menjadi remisi.

"Bila remisi tercapai akan dilanjutkan dengan obat terapi maintance, jadi ada dua fase pengobatan. Berapa lama maintance memang belum tercapai kesepakatan. Semakin lama terapi maintance diberikan maka risiko relapce (kekambuhan) semakin jauh," jelasnya.

Tetapi, terapi tersebut bukan tanpa efek samping. Murdani menyampaikan, terapi IBD berimplikasi pada daya tahan tubuh pasien.

Artinya, pada saat menggunakan obat-obatan IBD tertentu, seperti immunobulator yang biasa digunakan untuk terapi, maka otomatis selama obat diminum daya tahan tubuh pasien relatif menurun. 

Daya tahan tubuh yang menurun tentunya membuat risiko makin besar terpapar infeksi penyakit lain, lanjutnya. Tetapi, kalaupun terapi IBD diperpendek maka risiko terjadi kekambuhan juga makin tinggi.

Baca Juga:Ilmuwan Klaim Bakteri dalam Usus Ini Dapat Lawan Infeksi Covid-19

"Jadi kadang-kadang kita harus memilih in between di antara kedua plus minus ini," tutup Murdani. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak