"Nggak tahu kenapa," kata Sugito.
Sesaat sebelum kejadian nahas tersebut, istri Yoga juga masih sempat berkontak dengan suaminya.
"Sekitar jam 13.00 WIB, mereka berangkat ke Pontianak (dari Jakarta). Nah selang beberapa menit, hilang kontak. Serempak dengan itu, kan di dalam pesawat, ponsel dimatikan," kata Sugito.
Akhirnya, ketika tiba di Pontianak, mereka diberi kabar dari rekan kantor Yoga di Pontianak bahwa di dalam data manifest Sriwijaya Air yang hilang kontak, tertera nama Rion Yogatama.
Baca Juga:Jurnalis Diimbau Tidak Tanyakan Ini ke Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182
Sembari menunggu kabar, keluarga pun berangkat ke Jakarta pada Sabtu malam (9/1) dan diberi penginapan oleh maskapai Sriwijaya Air, walau akomodasi ke Jakarta mereka tanggung dari kocek pribadi.
Hingga pada Senin (11/1) keluarga Yoga pun datang ke RS Polri untuk mengonfirmasi data fisik ante mortem milik Yoga.
Sugito mengatakan keluarga berharap pihak rumah sakit dapat memberi kejelasan mengenai kabar Yoga yang sebenarnya.
"Harapannya supaya cepat ketemu, cepat dikuburlah dengan baik-baik," kata Sugito.
Baca Juga:Dikritik Ngevlog di Lokasi Sriwijaya Air Jatuh, Kapten Vincent Bela Diri