- Mantan narapidana teroris Bom Bali 1, Jack Harun, meraih gelar Magister Pendidikan Pancasila dari UNS Solo pada tahun 2025 dengan IPK 3,75.
- Sejak bebas penjara tahun 2008, Jack Harun aktif mengajar dan mengisi seminar tentang Pancasila di berbagai kampus serta instansi pemerintah.
- Jack Harun mendirikan yayasan sosial ekonomi dan merangkul mantan narapidana teroris untuk berbaur serta mendukung penuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Awalnya menolak karena tidak bisa, apalagi dulu Pancasila tak musuhi. Tapi karena ada dorongan dan motivasi salah satu dari Pak Ganjar akhirnya bismillah menerimanya. Kemudian ikut ujian dan lulus, terus terang dulu benar-benar tidak paham dan ini tantangan," ujar dia.
"Satu kelas itu tidak banyak cuma 20- an ke bawah, saya paling tua. Saya lulus tercepat," imbuhnya.
Selain sebagai akademisi atau praktisi, Jack Harun juga mengurusi yayasan yang baru didirikan, yakni Yayasan Inspirasi Indonesia. Harapannya pengalaman teman-teman itu bisa menginspirasi masyarakat khususnya generasi muda.
"Jadi teman-teman yang belum NKRI, ya kita tunjukan kalau NKRI ini tidak salah. Itu lebih ke ekonomi dan sosial, karena selama ini faktor ekonomi masih menjadi kendala yang utama apalagi yang sudah bebas," ujarnya.
Jack Harun keluar penjara tahun 2008 lalu usai dipenjara 4,5 tahun, di mata masyarakat masih dipandang negatif. Untuk mencari kerja itu sulit, sehingga teman-teman yang lain itu banyak yang kerja serabutan.
"Dulu itu lebih sulit daripada sekarang, kalau sekarang sudah ada masa NKRI, itu lebih nyaman dan enjoy kalau ketemu sesama. Kalau dulu hanya satu dua, bahkan teman-teman itu dimusuhi termasuk di kalangan satu kelompok," jelas dia.
"Kalau memang sudah niat NKRI maka berbaur dan bertemu dengan masyarakat. Ya kerja bakti, pertemuan RT itu ikut, lama-lama akan berbaur walaupun awal-awal memang agak sulit, karena setelah bebas itu pantauannya masih ketat tapi lama-lama enjoy-enjoy saja," lanjutnya.
Usai keluar penjara, sempat bekerja di salah satu restoran di Kota Solo, tapi tidak lama terus keluar. Bahkan sempat membuka toko komputer selama dua tahun.
Selanjutnya membuka wedangan (angkringan) di dekat Korem. Tapi hanya bertahan sembilan bulan, karena waktu itu musim hujan dan harus mendorong gerobak serta menata.
Baca Juga: Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
"Saya memang suka kuliner, jadi setelah keluar penjara itu saat ikut di salah satu resto di Solo miliknya teman. Di sana tidak lama, tidak sampai tahun," ceritanya.
Kemudian membuka warung soto tahun 2010 di daerah Cemani Sukoharjo dan cukup laris. Bahkan sempat membuka cabang di daerah Kalitan, itu cukup lama sebelum akhirnya tutup satu tahun ini.
"Warung soto sekarang berhenti, karena memang persaingannya ketat sekali apalagi harga barang-barang naik. Dulu membuka warung soto itu untuk mensosialisasikan kita bersosialisasi dengan masyarakat, kalau saya harus ketemu dengan orang banyak kan susah kalau tidak ada media. Maka dengan warung soto itu banyak orang yang datang meski awal-awal banyak menyebut warungnya teroris itu lama-lama banyak yang datang, ada juga yang sekalian ngobrol-ngobrol," papar dia.
"Dulu setiap jumat diadakan jumat barokah, kita gratiskan semua," ucapnya.
Meski sudah lama bebas dan menjadi akademisi atau praktisi, ia masih merangkul teman-teman pernah terlibat terorisme. Melakukan pendekatan secara personal, bahkan menjadikan dirinya sebagai tempat curhat.
"Dulu keliling ke teman-teman, bahkan sampai ke Brebes, Tegal saya datangi ke rumahnya. Jadi saya betul-betul lihat kebutuhannya apa atau kendalanya ini. Sampai kita punya data, anaknya berapa dan sekolah di mana," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino