- Daya beli hewan kurban di Karanganyar dan Soloraya menurun sekitar 20 persen pada Idul Adha 2026.
- Kondisi ekonomi lesu serta kenaikan harga pakan dan hewan kurban menjadi penyebab utama penurunan permintaan tersebut.
- Peternak membatasi stok hewan karena khawatir terhadap risiko penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku yang masih menghantui.
SuaraSurakarta.id - Daya beli hewan kurban di perayaan Idul Adha 1447 H/2026 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini dampak dari kondisi perekonomian lesu, harga kebutuhan barang pokok naik hingga dollar terus meningkat.
Tidak hanya itu para peternak masih khawatir dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat viral.
"Daya beli masyarakat menurun. Kurang lebih turun 20 persenan," ujar salah satu peternak, Anggit Setiawan (28), Jumat (29/5/2026).
Anggit mengatakan tahun kemarin bisa menjual kurang lebih 50-an ekor sapi, kalau sekarang sekitar 25 ekor. Penurunan ini dampak dari kondisi ekonomi saat ini, ditambah harga hewan kurban naik sehingga iuran masyarakat mau dinaikan tidak mungkin.
"Kalau tahun kemarin kurang lebih 50 ekor ada, ini 25 ekor. Karena sapi mahal juga satu, kedua kondisi ekonomi kayak gini. Harga per ekor itu ada kenaikan Rp2 juta," terang warga Karanganyar ini.
Menurutnya daya beli masyarakat memang sangat terasa lagi, bahkan di desanya berkurang satu ekor, biasanya 4 sapi jadi 3 sapi. Dengan kondisi itu iuran masyarakat mau dinaikan jelas tidak mungkin dan tidak pada mau.
"Mau iuran besar-besar pasti tidak mau. Di daerah saya saja berkurang satu ekor, biasanya 4 ekor jadi 3 ekor," sambung dia.
Sebenarnya kebutuhan masyarakat, lanjut dia, sangat banyak tapi sapi tidak ada. Karena banyak peternak itu tidak menyetok sapi banyak, mereka masih khawatir dan takut dengan PMK.
Baca Juga: Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
"Nggeh, kebutuhan sangat banyak tapi sapi tidak ada. Ini efek PMK, tahun ini mungkin sapi yang belum berumur sudah kepotong semua," katanya
"Kalau saya tidak buru banyak karena takut sama penyakit. Kalau beli itu memang banyak tapi saya nggak berani dengan resikonya, stoknya tidak berani banyak," lanjut alumni Fakultas Peternakan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo ini.
Anggit menjelaskan PMK itu masih menghantui para peternak hingga saat ini. Karena pengalaman sebelumnya sapi tiba-tiba demam, habis itu tidak terselamatkan dalam artian lemas terus dipotong paksa.
"Stok saat ini cuma 30 ekor, tapi kalau kiriman banyak, beli di desa langsung dikirim ke Jakarta. Dari 30 ekor yang terjual 25 ekor itu lumayan, itu terjual di daerah Karanganyar dan Soloraya kalau yang ke arah barat kurang lebih 25-30 ekor, kemungkinan itu," papar dia.
"Adanya PMK itu kurang bisa sampai 50 persen. Karena takut, jadi beli langsung mati dan modalnya hilang," ucapnya.
Lanjut dia, kondisi ekonomi saat ini juga berdampak pada kenaikan harga pakan. Sekarang kebanyakan yang beli itu kelompok seperti dari dana kemakmuran masjid kalau pribadi sekitar tiga orang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi