- PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM diesel non-subsidi di wilayah Jabodetabek per 4 Mei 2026 secara signifikan.
- Pakar otomotif menyarankan pemilik kendaraan melakukan perawatan rutin mesin sesuai buku servis guna mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.
- Pengemudi wajib menggunakan spesifikasi ban standar dan menerapkan gaya berkendara halus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan solar.
SuaraSurakarta.id - Kabar kurang sedap menghampiri para pengguna mobil bermesin diesel di kota-kota besar. PT Pertamina (Persero) resmi mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel non-subsidi secara signifikan per 4 Mei 2026.
Kenaikan ini tentu menjadi pukulan telak bagi operasional harian, mengingat selisih harganya yang cukup tajam.
Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) melonjak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter. Sementara itu, jenis tertinggi Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol Rp27.900 per liter, naik drastis dari sebelumnya Rp23.900.
Menghadapi situasi "solar mahal" ini, pengguna mobil diesel dituntut putar otak agar pengeluaran tidak jebol. Sekadar menginjak pedal gas dengan halus ternyata tidak cukup; diperlukan strategi komprehensif mulai dari perawatan hingga penyesuaian teknis kendaraan.
Pengamat otomotif senior dengan latar belakang teknik mesin Universitas Trisakti, Bebin Djuana, menegaskan bahwa efisiensi bahan bakar bukanlah sihir, melainkan hasil dari disiplin perawatan dan kebiasaan pengemudi.
Menurut sosok yang berpengalaman di berbagai perusahaan otomotif ini, kunci utama ada pada kondisi prima mesin.
"Jika selama ini kendaraan sudah dipelihara dengan baik dan benar, tentu tidak lagi banyak hal yang perlu diperhatikan," ujar Bebin dikutip dari ANTARA, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan pentingnya kembali ke panduan dasar pabrikan.
"Tinggal membuka buku servis di posisi km berapa kendaraan ada sekarang, perhatikan poin-poin pemeliharaan mesin, hal mana yang belum dikerjakan, itulah yang menjadi pokok perhatian," katanya menambahkan.
Baca Juga: Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler
Mesin yang terawat dengan filter udara dan filter solar yang bersih akan bekerja optimal dan tidak rakus bahan bakar.
Namun, ada faktor teknis yang sering luput dari perhatian tetapi dampaknya fatal terhadap konsumsi BBM: ban. Bebin menyoroti kebiasaan pemilik mobil yang gemar memodifikasi kaki-kaki demi penampilan.
"Jangan lupa tekanan angin ban disesuaikan dengan petunjuk, yang sudah mengubah velg dan ukuran ban demi gaul perlu dipertimbangkan untuk kembali ke standar kendaraan," tegasnya.
Penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan adalah musuh efisiensi.
"Ban dengan ukuran di atas standar (pabrikan) membuat boros BBM, daya pengereman turun. Tekanan ban di bawah standar memboroskan BBM," jelas Bebin.
Gesekan yang lebih besar akibat ban tapak lebar atau tekanan angin yang kurang akan memaksa mesin bekerja lebih keras, sehingga otomatis menyedot lebih banyak solar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar