- Sekjen Pasbata Budiyanto Hadinagoro menilai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sedang menghadapi serangan sistematis pembentukan persepsi negatif.
- Serangan bertubi-tubi tersebut berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan serta stabilitas kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
- Budiyanto mengingatkan masyarakat agar lebih jeli membedakan antara kritik konstruktif dan narasi yang bertujuan sengaja merusak citra pemerintah.
SuaraSurakarta.id - Sekretaris Jenderal Pasbata, Budiyanto Hadinagoro, menyoroti maraknya serangan yang ditujukan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia menilai, pola serangan yang berkembang belakangan ini tidak lagi sekadar mencerminkan perbedaan pendapat dalam ruang publik, melainkan mengarah pada upaya sistematis membentuk persepsi negatif.
Menurutnya, intensitas serangan, waktu kemunculan, serta narasi yang dibangun dalam berbagai kritik terhadap Teddy memunculkan pertanyaan lebih dalam terkait motif di baliknya.
"Serangan bertubi-tubi yang diarahkan ke Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bukan lagi soal perbedaan pendapat biasa. Ini bagian dari upaya sistematis membangun persepsi negatif," ujar Budiyanto dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, ada pihak-pihak kontra pemerintah sengaja memainkan perihal ini. Pasalnya ketika figur-figur kunci di sekitar pusat kekuasaan terus menjadi sasaran kritik dengan pola serupa, dampaknya tidak hanya berhenti pada individu.
Namun, pembentukan citra negatif secara berulang dapat merembet pada melemahnya kepercayaan terhadap institusi pemerintahan secara keseluruhan.
"Nampaknya ada yang sengaja memainkan pelik ini. Jadi ketika figur di lingkar kekuasaan terus diragukan, maka kepercayaan publik terhadap kepemimpinan juga bisa terdampak," katanya.
Budiyanto menegaskan bahwa kritik tetap memiliki tempat penting dalam demokrasi. Ia mengakui publik berhak menyampaikan pendapat dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk opini dengan tujuan tertentu.
Baca Juga: Budi Arie Akui Ada Arahan dari Jokowi, Tetap Dukung Pemerintah Prabowo-Gibran
"Publik berhak mengkritik. Namun publik juga perlu jeli membedakan mana kritik yang membangun dan mana yang perlahan membentuk opini untuk tujuan tertentu. Ini polanya yang ingin dihancurkan bukan hanya orangnya, tetapi juga kepercayaan di sekitarnya," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Budiyanto menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menilai, sejumlah capaian yang telah dijalankan pemerintah sejauh ini menunjukkan arah kerja yang positif dan perlu dijaga bersama dari berbagai upaya yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik.
"Kami mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran atas berbagai keberhasilan yang telah dikerjakan. Stabilitas dan kepercayaan publik harus dijaga agar program-program pemerintah dapat berjalan optimal," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali