- Program Makan Bergizi Gratis meningkatkan pesanan buah secara signifikan bagi para pedagang lokal di wilayah Sragen dan Solo.
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi rutin memesan berbagai jenis buah dalam partai besar untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.
- Peningkatan permintaan berdampak positif terhadap pendapatan pedagang serta menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar lokasi usaha.
SuaraSurakarta.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat kios buah milik Endang Sri Lestari (33 tahun) kebanjiran pesanan.
Kios yang terletak di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini setiap minggu mendapat order dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Sragen.
Dalam seminggu, buah yang dijual seperti klengkeng, pir, naga, apel, anggur, hingga semangka selalu bergantian di pesan dapur MBG. Total ada tiga SPPG yang memesan buah ke kiosnya.
“Dampaknya bagus, ekonomi lumayan naik. Kita dapat pesanannya lumayan,” kata Endang, pemilik Kios Lestari Snack, yang sudah berdagang buah sejak 2020.
Orderan yang dipesan SPPG bervariasi, namun dalam partai yang cukup besar. Seperti, untuk jeruk biasanya dapur MBG memesan sebanyak 150 kilogram (kg).
Untuk apel, SPPG memesan 7 hingga 10 dus. Dalam satu dus apel rata-rata berisi 100 buah.
SPPG juga kerap memesan buah naga dengan rata-rata per pesanan sebanyak 250 kg. Klengkeng juga dipesan dalam partai besar minimal 12 krat dengan rata-rata per krat seberat 10 kg.
Banyaknya pesanan ini membuat Endang merekrut pegawai hingga pekerja lepas.
“Setelah dapat (orderan) MBG, saya bisa punya dua karyawan. Kadang ada pojokan (bekerja lepas) juga, empat sampai lima orang,” kata Endang.
Baca Juga: Berkat MBG, Pembudidaya Ikan Semangat Bekerja: Karena Pasti Laku!
Dia berharap program MBG terus berjalan agar usahanya juga lancar. Menurutnya, program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto itu membuat banyak masyarakat kecil mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.
“Terima kasih Pak Prabowo, semenjak ada MBG, saya ikut terjun sebagai suplier buah, semoga programnya terus berlanjut,” kata dia.
Berkah yang sama juga dialami Surati (48 tahun), penjual nanas di Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah. Berkat program MBG, usaha yang sudah dirintis lebih dari 30 tahun itu pun kebanjiran pesanan.
“(Dapat pesanan) 2.000 nanas kadang 2.500 nanas,” kata Surati yang berharap program MBG bisa terus berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'