- Ekonomi syariah berkontribusi 25 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2024 dengan total aset keuangan mencapai Rp9.927 triliun.
- Menara Syariah di PIK 2 dikembangkan sebagai ikon pusat keuangan syariah terbesar di Asia Tenggara guna mendukung ekonomi nasional.
- Indonesia menempati peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator sebagai pengakuan atas daya saing sektor halal yang meningkat.
SuaraSurakarta.id - Ekonomi syariah semakin menunjukkan peran strategis dalam struktur perekonomian nasional. Di tengah upaya diversifikasi sumber pertumbuhan, sektor ini mulai dilihat sebagai salah satu motor baru yang potensinya terus berkembang.
Data menunjukkan kontribusi ekonomi syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 25 persen. Angka ini mencerminkan besarnya peran sektor halal dan keuangan syariah dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.
Dari sisi industri keuangan, total aset keuangan syariah Indonesia juga terus tumbuh dan mencapai Rp9.927 triliun pada akhir 2024, meningkat 11,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi yang cukup kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Belum lama ini, Menara Syariah di kawasan CBD PIK 2 menerima kunjungan Forum Silaturahmi Ustazah Sejabodetabek dalam sebuah agenda yang bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga pengenalan kawasan berbasis ekonomi syariah.
Dalam kunjungan ini, para ustazah diajak mengenal lebih dekat Menara Syariah yang diposisikan sebagai ikon Islamic Financial Center terbesar di Asia Tenggara.
Rombongan juga berkesempatan mengunjungi Masjid Al Ikhlas PIK di kawasan Riverwalk Island serta melihat sejumlah fasilitas lain di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut diharapkan memberi gambaran mengenai tata kota yang inklusif dan berkelanjutan. Di sisi lain, forum ini juga membuka ruang diskusi serta rekomendasi agar kawasan yang dibangun dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono menegaskan bahwa pembangunan Menara Syariah merupakan bagian dari visi yang lebih besar dalam pengembangan ekonomi nasional.
“Alhamdulillah hari ini kami beruntung kedatangan Ibu sekalian yang luar biasa ini. Kenapa Menara Syariah ini kita bangun? Karena ini bagian dari salah satu pilar yang kita sedang kembangkan,” kata Nono Sampono.
Baca Juga: Diikuti Afghanistan Hingga Kamboja, UIN Gelar Kelas Internasional Bertema Ekonomi Syariah
Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia memiliki tiga pilar utama yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Salah satu pilar yang kini semakin relevan untuk diperkuat adalah ekonomi syariah.
“Kita tahu bahwa ekonomi kita itu ada tiga pilar besar. Satu adalah ekonomi konvensional. Yang kedua adalah UMKM. Yang ketiga ekonomi syariah. Kenapa harus kita bangun? Karena ekonomi syariah ini representasi dari potensi kita di ekonomi karena kita ini umat Islam terbesar di dunia,” lanjutnya.
Secara global, posisi Indonesia dalam ekonomi syariah juga terus menguat. Indonesia tercatat berada di peringkat ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator dengan skor 99,9, menunjukkan daya saing yang semakin meningkat di sektor halal global.
Bagi para peserta, kunjungan itu juga memperlihatkan bahwa kawasan modern dapat tetap menyediakan ruang spiritual yang kuat. Hal itu disampaikan perwakilan para ustazah sekaligus eks Senator Sylviana Murni.
“Para ustazah yang memiliki jamaah luar biasa juga bisa datang ke sini mengadakan berbagai kegiatan dan masjidnya cantik sekali. Kita bisa berdoa, kita bisa dengar khusyuk karena memang suasananya betul-betul seperti masjid di Saudi Arabia,” ucap Sylviana Murni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei