- Video "bintang berekor" viral di media sosial memicu spekulasi publik mengenai tanda kiamat seperti dukhan.
- Ustadz Khalid Basalamah menyatakan hadits bintang berekor terkait dukhan tidak sahih dan merupakan riwayat palsu.
- Fenomena alam yang viral tidak berkaitan langsung dengan hadits shahih mengenai 70.000 pengikut Dajjal dari Isfahan.
SuaraSurakarta.id - Fenomena langit kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah video yang viral termasuk yang diunggah akun Instagram @kabarmakkah yang memperlihatkan kemunculan “bintang berekor” di langit pada bulan Ramadhan. Tak sedikit warganet yang langsung mengaitkannya dengan tanda-tanda kiamat, bahkan menghubungkannya dengan hadits tentang dukhan (kabut besar) dan kemunculan Dajjal.
Isu ini semakin ramai karena beredar pula potongan hadits yang berbunyi:
“Bintang berekor telah terbit. Aku khawatir dukhan telah muncul. Ini yang membuatku tidak bisa tidur hingga subuh.” (HR. Hakim)
Selain itu, ada pula hadits shahih yang menyebut:
“Dajjal akan diikuti oleh 70.000 Yahudi dari Isfahan, mereka memakai thayalisah (selendang Persia).” (HR. Muslim)
Namun, apakah benar fenomena bintang berekor yang viral itu berkaitan dengan tanda kiamat? Berikut penjelasan ringkas agar tidak salah memahami.
1. Video Viral Picu Spekulasi Publik
Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial diramaikan video langit malam yang menampilkan cahaya menyerupai komet atau meteor. Banyak narasi beredar yang menyebut kemunculan itu sebagai pertanda dukhan atau tanda besar menjelang hari kiamat.
Sebagian konten bahkan mengaitkannya dengan momentum Ramadhan, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Padahal, fenomena benda langit berekor sendiri secara ilmiah merupakan hal yang cukup sering terjadi, seperti komet atau meteor yang melintas.
2. Pendapat Ustadz Khalid Basalamah
Riwayat yang kerap beredar tentang kemunculan bintang berekor yang dikaitkan dengan dukhan ternyata tidak dapat dijadikan sandaran yang kuat. Dalam penjelasannya, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa hadits yang menghubungkan munculnya bintang berekor pada waktu tertentu dengan peristiwa dukhan adalah tidak sahih.
Baca Juga: Kembalinya 'Si Anak Hilang', Persis Solo Lepas 3 Pemain ke Timnas Indonesia U-23
Berdasarkan transkrip kajian yang beredar, beliau menyebut riwayat tersebut bahkan dinilai sebagai hadits palsu oleh para ulama. Karena itu, umat Islam diimbau agar tidak mudah mempercayai narasi yang viral di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara fenomena langit yang sedang ramai dibicarakan dengan tanda kiamat sebagaimana disebut dalam dalil yang sahih.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan kaum muslimin agar tidak ikut menyebarkan kekhawatiran yang tidak berdasar, serta tetap bersikap tenang dan merujuk kepada penjelasan ulama yang terpercaya.
3. Dukhan dalam Islam Adalah Peristiwa Besar
Dalam aqidah Islam, dukhan memang termasuk salah satu tanda besar kiamat. Namun para ulama menjelaskan bahwa peristiiwanya sangat dahsyat dan berskala global, bukan sekadar penampakan cahaya di langit yang biasa terjadi.
Karena itu, mengaitkan setiap fenomena astronomi dengan dukhan tanpa dalil yang kuat merupakan sikap yang tidak tepat. Ulama sejak dahulu telah mengingatkan agar berhati-hati dalam menafsirkan tanda-tanda akhir zaman.
4. Hadits 70.000 Pengikut Dajjal dari Isfahan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Asbanda Dorong BPD Jadi Kekuatan Utama Pengelola Dana Daerah
-
Tragedi Kamar Kos Sukoharjo: Niat Minta Rokok, Tetangga Syok Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas
-
Estimasi Biaya Kuliah Fakultas Teknik UNS 2026: Bisa Setara Harga Mobil, Ini Rinciannya!
-
Terungkap! 7 Fakta Kasus Cheat Mobile Legends: Bang Bang yang Rugikan Pengembang hingga Rp2,5 Miliar
-
Pasbata Pasang Badan: Sebut Kampanye Hemat Energi Gubernur Jateng Tak Perlu Disudutkan