- Aiptu Slamet Widodo bersama tim kesehatan melakukan pelacakan kontak TB Paru di Kelurahan Pajang untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Proses pelacakan meliputi pemeriksaan sampel dahak bagi warga bergejala serta edukasi pentingnya pengobatan rutin hingga tuntas.
- Sinergi Polri dan Puskesmas bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini untuk menekan angka penularan TB di Kota Surakarta.
SuaraSurakarta.id - Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajang Polsek Laweyan Polresta Solo, Aiptu Slamet Widodo, SH, terus aktif menjalankan tugas sebagai tracer TB di wilayah binaannya.
Bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Laweyan dan Kader Tracer Kelurahan Pajang, Aiptu Slamet melaksanakan kegiatan pelacakan (tracing) terhadap warga yang terindikasi maupun telah terkonfirmasi menderita TB Paru guna mencegah penyebaran penyakit tersebut di lingkungan masyarakat.
Aiptu Slamet Widodo mengatakan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer merupakan upaya nyata Polri dalam membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan pelacakan kontak erat pasien TB.
“Sebagai tracer, tugas kami adalah melacak orang-orang yang memiliki kontak erat dengan warga yang telah dinyatakan positif TB Paru. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut sekaligus memastikan masyarakat yang berisiko dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” ujar Aiptu Slamet, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, apabila ditemukan warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, tim tracer akan melakukan pemeriksaan awal menggunakan KIT pelacakan yang telah disediakan.
“Warga yang memiliki gejala akan dilakukan pengambilan sampel dahak menggunakan alat KIT. Selanjutnya sampel tersebut dikirim ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sehingga dapat diketahui apakah yang bersangkutan terpapar TB atau tidak,” jelasnya.
Selain melakukan pelacakan, Bhabinkamtibmas juga berperan memberikan edukasi dan komunikasi persuasif kepada masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri serta bersedia menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas apabila dinyatakan positif TB.
“Masih ada sebagian masyarakat yang merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri. Karena itu kami terus memberikan pemahaman bahwa TB dapat disembuhkan apabila pengobatannya dilakukan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kasat Binmas Polresta Surakarta AKP Broto Tri Yulianto, SH menambahkan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas sebagai tracer TB merupakan bentuk sinergi Polri dengan instansi kesehatan dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.
Baca Juga: Patroli Gabungan Malam Takbiran, 27 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Joglo Solo
“Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga sangat efektif dalam membantu proses tracing, edukasi, maupun pendampingan warga yang terindikasi TB. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat,” ungkap AKP Broto.
Menurutnya, para Bhabinkamtibmas telah dibekali pelatihan komunikasi publik, Buku Saku Pedoman Tracer TB, serta KIT pelacakan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
“Kami berharap melalui peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai tracer, masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, dan kepatuhan menjalani pengobatan TB hingga tuntas sehingga angka penyebaran TB di Kota Surakarta dapat ditekan,” tegasnya.
Kegiatan tracing yang dilakukan Bhabinkamtibmas selalu berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas dan kader kesehatan setempat guna memastikan pelaksanaan pelacakan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai tracer mendapat apresiasi dari masyarakat.
Salah seorang warga yang baru saja menjalani proses tracing mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper