- Kebijakan pajak opsen Pemprov Jateng menyebabkan lonjakan tagihan kendaraan wajib pajak seperti Sutrisno di Solo.
- Warga Solo menyatakan keberatan serius atas kenaikan pajak kendaraan yang mendadak dan signifikan tersebut.
- Pemkot Solo dan DPRD akan menyampaikan keluhan warga kepada Pemprov Jateng untuk pertimbangan peninjauan ulang kebijakan.
Budi berharap, masukan ini dapat dipertimbangkan, terutama terkait kemungkinan adanya stimulus atau pembahasan ulang.
"Kemarin dari Bapenda sudah melaporkan akan ada pembahasan di provinsi," lanjutnya, memberikan sedikit harapan bagi masyarakat.
Senada dengan Budi, Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo, juga menyatakan akan memperhatikan masukan masyarakat terkait tingginya persentase pajak opsen.
"Tentu kita akan memperhatikan itu dan akan kita sampaikan kepada pemerintah kota dalam hal ini wali kota. Agar bisa berkoordinasi dengan pemprov," tandasnya.
Politisi senior PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, bahkan secara tegas meminta Pemprov Jateng untuk mempertimbangkan kembali kebijakan ini.
"Saya ya selalu menyampaikan untuk kenaikan pajak ini mohon dipertimbangkan dulu. Karena naiknya itu 40 persen loh, jadi memberatkan masyarakat yang punya sepeda motor satu jadi abot," terang Rudy.
Ia berharap kebijakan ini bisa dikembalikan seperti semula, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
"Nek rakyat gur di pajak e terus, namun hal-hal yang lain tidak diberikan ya percuma kita hanya bayar pajak terus," papar mantan Wali Kota Solo ini.
Rudy berharap, Pemprov Jateng dapat meninjau ulang dan mengembalikan kebijakan pajak seperti sedia kala, demi meringankan beban rakyat.
Baca Juga: Didatangi Warga Solo Sambil Nangis-nangis, Komisi III DPR RI Kena Prank Kasus?
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox