Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:18 WIB
Kondisi Pagar Pamedan Pura Mangkunegara Surakarta yang ambruk. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Pagar cagar budaya Pamedan Pura Mangkunegaran Surakarta ambruk setelah ditabrak mobil pada Kamis dini hari, 2 Oktober 2026.
  • Kepala Disbudpar Kota Solo menyatakan kasus tersebut sudah ditangani kepolisian serta mempertemukan penabrak dengan pihak Mangkunegaran.
  • Wali Kota Solo Respati Ardi berencana mengecek rekaman CCTV dan menegaskan akan segera memperbaiki pagar yang rusak tersebut.

SuaraSurakarta.id - Pagar pembatas Pamedan Pura Mangkunegaran Surakarta ambruk. Bahkan harus disangga dengan menggunakan bambu karena kondisinya miring hingga ditutupi dengan terpal.

Pagar pamedan yang ambruk berada pojok sebelah utara. Informasi yang diterima pagar pamedan yang masuk bangunan cagar budaya (BCB) tersebut ambruk karena ditabrak mobil pada kamis dini hari.

"Katanya ditabrak mobil," ujar salah satu warga, Kasiman saat ditemui, Jumat (2/10/2026).

Diakuinya merasa kaget saat lihat pagar Mangkunegaran ambruk. Padahal kemarinnya  itu belum ambruk masih tegak.

"Saya tahunya itu paginya. Kaget lihat pagar Mangkunegaran ambruk," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono mengatakan kalau pagar itu ambruk karena ditabrak mobil.

"Ditabrak mobil Kamis pagi sekitar jam 2," terangnya saat dikonfirmasi.

Maretha mengatakan peristiwa tersebut sudah dalam penanganan pihak kepolisian. Bahkan yang menabrak sudah dipertemukan dengan pihak Pura Mangkunegaran.

"Ini sudah dalam penanganan Polsek. Sudah dipertemukan yang nabrak dengan Mangkunegaran juga," jelasnya.

Baca Juga: Digelar Besok dan Diikuti Ribuan Orang, Ini Rute Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo

Terpisah Wali Kota Solo Respati Ardi belum mengetahui secara detail mengenai pagar Pamedan Mangkunegaran yang ambruk.

"Nanti dicek CCTV," ungkap dia.

Respati menegaskan akan segera memperbaiki pagar yang masuk BCB tersebut.

"Segera kita perbaiki," tandasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More