Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:08 WIB
Tangkapan layar unggahan salah satu peserta pria mengenakan kebaya dalam peringatan malam satu suro di Pura Mangkunegaran.
Baca 10 detik
  • Seorang pria viral karena mengenakan kebaya pada peringatan malam satu Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Selasa (16/6/2026).
  • Gusti Sura membantah klaim adanya pemberian izin atau dispensasi khusus bagi peserta pria tersebut untuk menggunakan kebaya.
  • Pihak Pura Mangkunegaran menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, nilai budaya, serta kesakralan ritual adat selama acara berlangsung.

SuaraSurakarta.id - Viral salah satu peserta pria memakai kebaya dalam peringatan malam satu suro di Pura Mangkunegaran Surakarta, Selasa (16/6/2026) malam kemarin.

Insiden tersebut viral di media sosial (medsos) hingga memicu beragam komentar dari para netizen.

Awalnya itu diunggah oleh salah satu abdi dalem di medsos Threads. Lalu akun @mbulnyandul mengunggah sejumlah postingan di akun instagram yang tiga orang yang memakai kebaya di acara peringatan malam satu suro.

Dalam salah satu capture di instagram, yang mengunggah foto tersebut mengaku sudah mendapat izin memakai kebaya. 

"Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau, mana yg patut mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng2. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah," tulis akun tersebut, Jumat (19/6/2026). 

Insiden tersebut langsung menanggap tanggapan dari Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran, sekaligus Ketua Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura.

Lewat akun threads pribadinya, Gusti Sura membantah telah memberikan izin terkait penggunaan kebaya dari salah satu peserta pria.

Gusti Sura menegaskan kalau Pura Mangkunegaran tidak memberikan perlakuan khusus. 

"Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," kata Sura melalui akun threads ancsud.

Baca Juga: Potensi Memanas, Kawat Berduri Terpasang di Pagar Keraton Solo Jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro

Gusti Sura berharap peringatan malam 1 Suro bisa menjadi bagian dari kehidupan bersama. Tidak hanya itu tapi juga memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya. 

"Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi," terangnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gusti Sura mengucapkan terima masih atas antusias dari masyarakat yang mengikuti kirab pusaka malam satu Suro. 

"Mangkunegaran mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti peringatan Malam 1 Sura Be 1960," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Load More