- Seorang pria viral karena mengenakan kebaya pada peringatan malam satu Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Selasa (16/6/2026).
- Gusti Sura membantah klaim adanya pemberian izin atau dispensasi khusus bagi peserta pria tersebut untuk menggunakan kebaya.
- Pihak Pura Mangkunegaran menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, nilai budaya, serta kesakralan ritual adat selama acara berlangsung.
SuaraSurakarta.id - Viral salah satu peserta pria memakai kebaya dalam peringatan malam satu suro di Pura Mangkunegaran Surakarta, Selasa (16/6/2026) malam kemarin.
Insiden tersebut viral di media sosial (medsos) hingga memicu beragam komentar dari para netizen.
Awalnya itu diunggah oleh salah satu abdi dalem di medsos Threads. Lalu akun @mbulnyandul mengunggah sejumlah postingan di akun instagram yang tiga orang yang memakai kebaya di acara peringatan malam satu suro.
Dalam salah satu capture di instagram, yang mengunggah foto tersebut mengaku sudah mendapat izin memakai kebaya.
"Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau, mana yg patut mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng2. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah," tulis akun tersebut, Jumat (19/6/2026).
Insiden tersebut langsung menanggap tanggapan dari Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran, sekaligus Ketua Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura.
Lewat akun threads pribadinya, Gusti Sura membantah telah memberikan izin terkait penggunaan kebaya dari salah satu peserta pria.
Gusti Sura menegaskan kalau Pura Mangkunegaran tidak memberikan perlakuan khusus.
"Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun," kata Sura melalui akun threads ancsud.
Baca Juga: Potensi Memanas, Kawat Berduri Terpasang di Pagar Keraton Solo Jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Gusti Sura berharap peringatan malam 1 Suro bisa menjadi bagian dari kehidupan bersama. Tidak hanya itu tapi juga memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya.
"Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Gusti Sura mengucapkan terima masih atas antusias dari masyarakat yang mengikuti kirab pusaka malam satu Suro.
"Mangkunegaran mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti peringatan Malam 1 Sura Be 1960," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan
-
Viral, Mobil Operasional KDMP Digunakan ke Solo Paragon Mall
-
Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026