- Sebuah video memperlihatkan mobil pick up Koperasi Desa Merah Putih digunakan keluarga untuk mengunjungi Solo Paragon Mall.
- Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo menyatakan mobil tersebut dipastikan bukan milik wilayah Kota Surakarta.
- Pemerintah Kota Solo menjelaskan kendaraan operasional untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih di sana belum diserahterimakan.
SuaraSurakarta.id - Beredar video di media sosial (medsos) sebuah mobil pick up Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digunakan ke Solo Paragon Mall oleh keluarga.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Threads @raramaharn tersebut, memperlihatkan mobil pick up warna putih dengan tulisan Koperasi Desa Merah Putih 4x4 digunakan bersama anak dan istri ke mall.
Pada video yang beredar tersebut terdapat tulisan. "Gimana Mau Ridho Sama Program KDMP Ini? Baru Juga Jalan Beberapa Bulan, Udah Liat Pake Mata Kepala Sendiri Kalau Mobil Dinas Koperasi Desa Dipake Ngemall Bareng Anak Istri Di Mall Solo Paragon Hahaha. Ada Aja Tingkahnya, Program Ga Guna Oknumnya Merajalela,” tulis akun tersebut, Senin (9/8/2026).
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo, Agung Riyadi, mengatakan kalau mobil itu bahwa memang milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Saat ini kalau di Kota Solo memang baru ada satu gerai KKMP.
"Jadi bisa kami sampaikan, kalau untuk Kota Solo kan satu gerai itu baru terbangun di Sangkrah, Pasar Kliwon," terangnya, Senin (3/8/2026).
Agung menyebut satu gerai KKMP itu berada di Kelurahan Sankrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Itu baru diberikan kendaraan roda tiga, dua motor, dan satu truk.
"Untuk jenis mobil yang diberikan kepada Kota Solo itu baru roda tiga, dua motor, satu truk, dan pickup belum diberikan. Jadi dipastikan bukan milik Kota Surakarta,” kata dia.
Agung menjelaskan secara regulasi kendaraan Koperasi Kelurahan Merah Putih belum diterima. Harusnya kendaraan KKMP hanya digunakan untuk keperluan koperasi.
“Kalau aturan dan regulasi sementara ini belum kami terima. Karena yang di Kota Solo belum diserahterimakan kepada kami dari Agrinas maupun dari TNI, jadi belum bisa menyampaikan regulasi terkait dengan penggunaan fasilitas kendaraan berupa pickup, truk, maupun roda tiga,” papar dia.
Baca Juga: PB XIV Hangabehi Pastikan Revitalisasi Keraton Solo Dimulai Pekan Ini, Museum Jadi Prioritas Utama
"Kalau secara logika nggih, secara logika itu kan pasti untuk kepentingan operasional KKMP," lanjutnya.
Agung menambahkan untuk kendaraan yang sudah diterima belum beroperasi. Terkait pasokan bahan baku, juga belum diterima.
“Sama sekali belum beroperasi. Sama sekali belum diterima (bahan baku sudah diterima?),” tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar