Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 Februari 2026 | 07:44 WIB
Ilustrasi penjual soto di Klaten yang bikin geger. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Selasa, 3 Februari 2026, Satpol PP Klaten membongkar warung di Kebonarum yang praktik prostitusi terselubung.
  • Warung tersebut menjual "paket soto" seharga Rp120-150 ribu sebagai kode layanan prostitusi di dalam bilik.
  • Pembongkaran menemukan bukti seperti alat kontrasepsi, dan warung ditutup permanen demi ketertiban umum.

SuaraSurakarta.id - Selasa pagi, 3 Februari 2026, sebuah kejadian menghebohkan terjadi di Dukuh Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah.

Satpol PP Kabupaten Klaten membongkar sebuah warung makan di pinggir jalan raya Kebonarum-Karangnongko yang selama ini menyembunyikan praktik prostitusi terselubung.

Sebagaimana dikutip dari Instagram @infowongsragen dan sumber lainnya, berikut ini sejumlah fakta yang terungkap dari pembongkaran tersebut.

1. Warung Makan dengan 'Paket Soto' yang Mahal

Awalnya, warung makan tersebut tampak seperti tempat biasa yang menyajikan menu soto dengan harga yang cukup mahal. Pelanggan yang datang untuk menikmati semangkok soto akan dikenakan biaya antara Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per porsi.

Harga yang sangat tinggi untuk sebuah semangkok soto, bukan?

Namun, yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa harga mahal tersebut bukan untuk makanan, melainkan untuk layanan lain yang lebih kontroversial.

Ternyata, harga soto tersebut merupakan kode bagi pelanggan untuk mendapatkan layanan prostitusi yang dilakukan di dalam warung makan itu sendiri.

2. Praktik Prostitusi Terselubung di Dalam Warung

Baca Juga: Viral! KA Sancaka Dilempar Batu di Klaten, Penumpang Terluka Kena Serpihan Kaca, Ini Kronologinya

Di balik pintu warung yang tampak sederhana, Satpol PP menemukan sesuatu yang mengejutkan. Ternyata, di dalam warung tersebut terdapat bilik-bilik kamar yang disiapkan untuk layanan prostitusi terselubung.

Pelanggan yang memilih 'paket soto' dengan harga tinggi akan dipersilakan masuk ke bilik-bilik tersebut, yang ternyata telah disiapkan khusus untuk aktivitas tersebut.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Joko Hendrawan, mengungkapkan bahwa saat proses pembongkaran warung, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya praktik prostitusi.

Beberapa di antaranya adalah alat kontrasepsi dan obat kuat yang ditemukan di dalam warung tersebut.

3. Pembongkaran yang Menghebohkan

Pembongkaran warung ini langsung menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya, tidak banyak yang menyangka bahwa sebuah warung makan yang tampaknya biasa saja bisa menyembunyikan praktik ilegal dan terlarang seperti prostitusi.

Load More