Budi Arista Romadhoni
Selasa, 03 Februari 2026 | 12:22 WIB
Umbul Ponggok sudah menjadi daya tarik luas untuk wisatawan domestik dan juga mancanegara. (Instagram)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Jawa di Klaten melakukan tradisi "padusan" sebagai ritual membersihkan diri di sumber air alami jelang Ramadan.
  • Klaten, dikenal sebagai "Kota Seribu Umbul", menyediakan banyak lokasi padusan populer seperti Umbul Ponggok dan Umbul Manten.
  • Padusan merupakan ritual penting yang bertujuan menyucikan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Dua umbul ini terletak berdekatan dan sering dikunjungi secara bersamaan. Umbul Sigedang dikenal dengan kejernihan airnya yang luar biasa dan suasana pedesaan yang asri.

Sementara itu, Umbul Kapilaler memiliki daya tarik berupa akar-akar pohon besar yang menjuntai ke dalam air, menciptakan pemandangan yang eksotis. Keduanya menawarkan pengalaman padusan yang menenangkan di tengah keindahan alam yang masih terjaga.

5. Umbul Jolotundo: Legenda dan Kesegaran Air 

Umbul Jolotundo tidak hanya menawarkan kesegaran air alami, tetapi juga sarat akan cerita legenda. Konon, umbul ini merupakan tempat pemandian para bidadari.

Airnya yang sangat jernih dan sejuk diyakini memiliki khasiat tertentu. Lokasi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin merasakan sensasi padusan dengan sentuhan mistis dan sejarah lokal.

6. Umbul Brintik: Sumber Air yang Tak Pernah Kering 

Umbul Brintik adalah salah satu sumber mata air tertua di Klaten yang tak pernah kering meskipun di musim kemarau panjang. Airnya yang selalu melimpah dan sangat jernih menjadikannya pilihan favorit untuk tradisi padusan

Suasana di sekitar umbul ini juga masih sangat alami, memberikan ketenangan bagi siapa saja yang datang untuk membersihkan diri.

Tradisi padusan di Klaten bukan hanya sekadar mandi, melainkan sebuah ritual yang sarat makna, mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menyambut bulan Ramadan. Dengan berbagai pilihan umbul yang indah dan menyegarkan, Klaten menjadi destinasi ideal untuk melaksanakan tradisi turun-temurun ini. Selamat berpadusan dan menyambut Ramadan!

Baca Juga: Polemik Tukar Guling Pasar Purwo Raharjo Teloyo Berlanjut, Ahli Waris Ungkap Hal Mengejutkan

Load More