- Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta menggugat polemik pergantian nama Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIV Purboyo.
- PB XIV Purboyo bersikap pasrah dan menyerahkan penanganan gugatan tersebut kepada tim kuasa hukumnya di Solo.
- Kuasa hukum menegaskan penetapan PN Solo harus ditaati, menyatakan siap menghadapi gugatan LDA sebagai pihak tergugat.
Menanggapi gugatan dari LDA, Thamrin menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak sebagai tergugat dalam persidangan.
"Bahwa ketetapan Pengadilan Negeri Solo atas ganti nama Sinuhun menjadi (Pakoebuwono XIV) telah berkekuatan hukum tetap, namun digugat oleh pihak LDA. Hal-ihwal gugatan dari pihak LDA adalah hak warga negara dan kami akan menghadapi gugatan tersebut di meja pengadilan, dengan kedudukan sebagai pihak tergugat," tandas Thamrin.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa tim kuasa hukum PB XIV Purboyo telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran hukum yang kemungkinan akan panjang.
Polemik ini tidak hanya menjadi perbincangan di lingkungan keraton, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai dampak dari perubahan nama ini terhadap tatanan adat dan suksesi kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta.
Apakah gugatan LDA akan mengubah status hukum nama baru PB XIV Purboyo, ataukah penetapan PN Solo akan tetap menjadi landasan kuat? Pertarungan hukum ini diprediksi akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang Keraton Kasunanan Surakarta.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kejagung Tinjau Masjid Sriwedari Solo yang Mangkrak sejak 2021, Pembangunan Bakal Dilanjutkan?
-
Terungkap Kasus Penimbunan Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Omzet Pelaku Rp200 Juta per Bulan
-
Melihat Masa Depan Fintech Indonesia Melalui Karya Pemenang FutureFin AdaKami dan UNS
-
Solar Mahal Gila! Pakar Ungkap Trik Rahasia Hemat BBM Mobil Diesel, Bukan Cuma Soal 'Kaki Kanan'