- Presiden Joko Widodo dikaitkan dalam dugaan korupsi kuota haji tambahan yang melibatkan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.
- Jokowi menyatakan keterkaitan namanya wajar karena kebijakan menteri berasal dari arahan presiden, namun membantah ada perintah korupsi.
- KPK telah menetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dan peluang pemeriksaan Jokowi bergantung kebutuhan penyidik.
SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikaitkan dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan tahun 2023-2024 yang melibatkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Jokowi tidak mempermasalahkan namanya disebut dan dikaitkan dalam kasus tersebut. Jokowi menyebut bahwa itu merupakan hal yang wajar.
"Ya disetiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya," terangnya saat ditemui, Jumat (30/1/2026).
Jokowi menjelaskan karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden.
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi tidak ada," ungkap dia.
Ketika disinggung apakah tidak heran namanya sering disebut, Jokowi mengaku tidak masalah.
"Ya, ya memang itu kebijakan dari presiden. Memang itu arahan dari presiden,” jelasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan peluang Jokowi diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat nama Yaqut Cholil Qoumas masih bergantung pada keputusan penyidik.
Baca Juga: Grace Natalie Buka Suara Soal Permintaan Maaf Tersangka Ijazah: Terima, Tapi Hukum Harus Berjalan!
Setyo menegaskan,setiap pemeriksaan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan relevansi dengan perkara yang sedang ditangani.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
-
Iman Rachman Mundur, Penggantinya Sedang Dalam Proses Persetujuan OJK
Terkini
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Gibran Disebut Berpotensial Jadi Capres 2029, Jokowi Tegaskan Prabowo-Gibran Dua Periode
-
Resmikan Tiga Bangunan SD Negeri Solo, Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif
-
Kubu PB XIV Purboyo Soal PN Solo Kabulkan Perubahan Nama: Keputusan yang Membawa Berkah!
-
Makin Panas! LDA Keraton Solo Gugat Soal Pergantian Nama KGPH Purboyo jadi PB XIV