- Aria Bima, politisi PDIP, menyatakan dukungan pemotongan gaji menteri dan DPR sebagai empati nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
- Beliau menekankan bahwa pemotongan gaji mencerminkan komitmen moral berbagi beban di tengah tingginya pengangguran dan daya beli menurun.
- Aria Bima mengingatkan agar pemotongan gaji diikuti langkah nyata pemerintah menyelesaikan persoalan ekonomi fundamental, seperti penciptaan lapangan kerja.
SuaraSurakarta.id - Politisi PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemotongan gaji bagi menteri dan anggota DPR.
Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi bentuk empati nyata para pejabat negara terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan.
Menurut Aria Bima, kebijakan pemotongan gaji bukan sekadar simbolis, tetapi juga mencerminkan komitmen moral para pemimpin untuk berbagi beban dengan rakyat. Ia menekankan bahwa di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pejabat publik seharusnya menunjukkan solidaritas dengan cara yang konkret.
Ia menyoroti kondisi riil di lapangan, mulai dari tingginya angka pengangguran, minimnya lapangan pekerjaan, hingga merosotnya daya beli masyarakat yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pejabat publik.
“Situasi ekonomi saat ini tidak mudah. Pemotongan-pemotongan gaji semacam itu menjadi wujud empati moral bagi kita sebagai pejabat publik terhadap kesulitan yang rakyat hadapi,” ujar Aria Bima saat ditemui di Solo, Rabu (18/3/2026) malam.
Meskipun menyepakati pemotongan gaji, Aria Bima mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada tataran simbolis semata.
Ia menekankan, hal yang jauh lebih krusial adalah langkah nyata pemerintah dalam menuntaskan persoalan ekonomi fundamental. Terutama terkait penciptaan lapangan kerja secara masif.
Ia berharap, langkah-pangkah semacam ini tidak hanya menjadi bahan perdebatan publik tanpa memberikan dampak signifikan terhadap penyelesaian masalah di akar rumput.
Menurutnya, publik lebih menunggu keputusan strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun tekanan global yang kian dinamis.
Baca Juga: Tak akan Pindah Partai! FX Rudy Tegaskan Siap Berjuang Menangkan PDIP di 2029
“Jangan sampai kegiatan semacam ini hanya menjadi perdebatan yang tidak berdampak pada penyelesaian cepat. Sebagai pejabat, yang terpenting adalah bagaimana keputusan kita atas situasi ekonomi nasional dan global ini harus seperti apa ke depannya,” tegas legislator asal Dapil V Jawa Tengah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Anti Mainstream! 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan Irit dan Nyaman, Fitur Mewah yang Sering Dilupakan
-
Detik-detik Terakhir Istri Abu Bakar Ba'asyir Sebelum Berpulang: Sempat Pasrah dan Berdzikir
-
Kabar Duka, Istri Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Dunia
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
Jeritan Hati Pemulung Solo, 30 Tahun Mengais Rezeki, Kini Terancam Terusir