Budi Arista Romadhoni
Senin, 26 Januari 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi belajar. Ini kunci jawaban pendidikan pancasila kelas 12. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Sistem pemerintahan Indonesia menganut asas presidensial, di mana Presiden adalah kepala negara sekaligus pemerintahan, didukung menteri yang bertanggung jawab padanya.
  • Keseimbangan kekuasaan terwujud melalui mekanisme *check and balance* antara lembaga negara, seperti pengawasan DPR terhadap kebijakan Presiden.
  • Hubungan pusat dan daerah didasarkan pada otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, diatur secara administratif.

SuaraSurakarta.id - Materi Bab 6 dalam buku Pendidikan Pancasila kelas 12 Kurikulum Merdeka membahas secara mendalam tentang sistem pemerintahan Indonesia, hubungan antar lembaga negara, serta penerapan prinsip check and balance dalam kehidupan bernegara.

Di bagian akhir bab, tepatnya pada halaman 185 sampai 190, siswa dihadapkan pada rangkaian soal uji kompetensi yang bertujuan mengukur pemahaman mereka terhadap materi tersebut.

Bagi banyak siswa, soal-soal ini terasa cukup menantang karena tidak hanya menuntut hafalan, tetapi juga pemahaman konsep. Untuk membantu proses belajar, berikut rangkuman kunci jawaban dalam format listicle yang dapat dijadikan bahan diskusi dan pendamping belajar di rumah.

1. Sistem Pemerintahan Indonesia Bersifat Presidensiil

Salah satu soal di halaman 185 menanyakan jenis sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun 1945. Jawaban yang tepat adalah sistem presidensiil.

Dalam sistem ini, Presiden berperan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dibantu oleh para menteri yang diangkat dan diberhentikan langsung oleh Presiden. Para menteri bertanggung jawab kepada Presiden, bukan kepada DPR.

Konsep ini penting dipahami karena menjadi ciri utama sistem ketatanegaraan Indonesia setelah amandemen UUD 1945.

2. Fungsi DPR sebagai Pengawas Kekuasaan Presiden

Soal berikutnya membahas hubungan Presiden dengan DPR. Persetujuan DPR dalam beberapa kebijakan Presiden bukan untuk membatasi kewenangan, tetapi untuk menciptakan mekanisme pengawasan.

Baca Juga: 5 Instruksi KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk Mengatasi Kisruh di Keraton Surakarta

Jawaban yang tepat menekankan bahwa persetujuan DPR bertujuan menjaga keseimbangan kekuasaan atau check and balance. Dengan mekanisme ini, tidak ada satu lembaga pun yang memegang kekuasaan secara mutlak.

3. Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam NKRI

Pada halaman 186, soal menanyakan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jawaban yang benar menyatakan bahwa hubungan tersebut didasarkan pada prinsip otonomi daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Artinya, daerah diberi kewenangan mengatur dan mengurus urusan pemerintahan sendiri, tetapi tetap berada di bawah koordinasi pemerintah pusat dan tidak bersifat federal.

4. Makna Frasa “Dibagi Atas” dalam Pasal 18 UUD 1945

Soal di halaman 187 menguji pemahaman tentang makna frasa “dibagi atas” dalam Pasal 18 ayat (1) UUD 1945. Jawaban yang tepat menjelaskan bahwa pembagian wilayah negara ke dalam provinsi, kabupaten, dan kota tidak menghilangkan sifat negara kesatuan.

Pembagian ini hanya bersifat administratif untuk mempermudah penyelenggaraan pemerintahan.

5. Mengenal Lembaga Negara dalam Sistem Ketatanegaraan

Beberapa soal di halaman 187 dan 188 membahas tentang lembaga negara. Salah satu pertanyaan menanyakan lembaga yang tidak termasuk dalam struktur kelembagaan negara menurut UUD 1945.

Jawaban yang benar menunjukkan bahwa tidak semua badan pemerintah atau organisasi resmi termasuk lembaga negara konstitusional. Lembaga negara utama meliputi Presiden, DPR, DPD, MPR, MA, MK, dan BPK.

6. Penyebab Masih Terjadinya Pelanggaran Hukum

Soal berikutnya membahas faktor penyebab pelanggaran hukum di era modern. Jawaban yang tepat biasanya berupa pilihan yang bukan termasuk penyebab, misalnya faktor yang justru mendukung penegakan hukum.

Penjelasan soal ini mengajarkan siswa bahwa pelanggaran hukum dapat disebabkan oleh rendahnya kesadaran hukum, lemahnya penegakan hukum, atau pengaruh lingkungan sosial.

7. Peran Lembaga dalam Pengembangan Profesionalisme Tenaga Kerja

Di halaman 189, terdapat soal tentang lembaga yang berperan dalam meningkatkan keterampilan, etos kerja, dan profesionalisme tenaga kerja. Jawaban yang benar mengarah pada lembaga sertifikasi profesi atau lembaga pelatihan kerja.

Soal ini menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan nasional.

8. Soal Esai tentang Suprastruktur dan Infrastruktur Politik

Pada bagian esai, siswa diminta menjelaskan mengapa sistem pemerintahan Indonesia memerlukan suprastruktur dan infrastruktur politik.

Jawaban yang tepat menyatakan bahwa keduanya diperlukan agar sistem politik berjalan efektif. Suprastruktur meliputi lembaga negara formal, sedangkan infrastruktur mencakup partai politik, kelompok kepentingan, dan organisasi masyarakat.

9. Mekanisme Check and Balance dalam Pemerintahan

Salah satu soal esai menanyakan mekanisme check and balance di Indonesia. Jawaban yang benar menjelaskan bahwa setiap lembaga negara saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

Contohnya, DPR mengawasi Presiden, MK menguji undang-undang, dan BPK memeriksa pengelolaan keuangan negara.

10. Peran Negara dalam Penguatan Ideologi Pancasila

Soal terakhir membahas alasan dibentuknya unit kerja khusus untuk pembinaan ideologi Pancasila. Jawaban yang tepat menegaskan bahwa penguatan ideologi diperlukan agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rangkaian kunci jawaban halaman 185 sampai 190 Bab 6 Pendidikan Pancasila kelas 12 Kurikulum Merdeka di atas disusun untuk membantu memahami konsep-konsep penting tentang sistem pemerintahan, lembaga negara, dan prinsip ketatanegaraan Indonesia.

Perlu ditegaskan bahwa artikel ini bukan dibuat untuk mendorong siswa menyontek atau sekadar menyalin jawaban. Konten ini disusun sebagai panduan belajar bagi orang tua dan pendamping agar dapat membantu anak memahami materi, berdiskusi tentang jawaban, serta melatih kemampuan berpikir kritis.

Orang tua diharapkan menggunakan panduan ini sebagai sarana mendampingi anak belajar, bukan sebagai jalan pintas dalam mengerjakan tugas. Dengan pendampingan yang tepat, anak tidak hanya mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More