- Polda DIY memperkuat pengawasan arus mudik Lebaran 2026 menggunakan 21 drone untuk memetakan kepadatan lalu lintas secara *real-time*.
- Peningkatan jumlah drone ini bertujuan memberikan informasi akurat dan mempercepat respons petugas terhadap titik-titik rawan kemacetan.
- Pengawasan fokus pada simpul potensi antrean, termasuk mengantisipasi dampak jalur fungsional tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani.
SuaraSurakarta.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) memperkuat sistem pengawasan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan memanfaatkan teknologi drone.
Langkah ini diambil guna memetakan kepadatan lalu lintas secara real-time. Hal tersebut dilakukan seiring dengan prediksi lonjakan kunjungan wisatawan dan pemudik yang mencapai 8,2 juta orang ke wilayah Yogyakarta.
Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY), Irjen Pol Anggoro Sukartono, menyatakan bahwa penggunaan pesawat tanpa awak atau drone pada tahun ini meningkat signifikan dibandingkan masa libur Natal dan Tahun Baru lalu.
"Kalau Nataru kita menggunakan 11 dan itu berhasil untuk mendeteksi titik-titik rawan, hari ini kita menggunakan 21 drone," kata Anggoro, ditemui di Mapolda DIY, Kamis (12/3/2026).
Peningkatan armada ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat. Termasuk dapat mempercepat respons petugas di lapangan.
"Bisa digunakan untuk live sehingga informasi ini bisa diteruskan pada masyarakat sehingga kita bisa lihat pada jam waktu yang real situasi apabila terjadi kemacetan," ujarnya.
Disampaikan Anggoro, penggunaan puluhan drone itu difokuskan pada titik-titik simpul yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan panjang.
Dengan adanya pantauan udara, kepolisian dapat segera menerjunkan tim urai ke lokasi yang terpantau mengalami kepadatan arus. Termasuk mengantisipasi dampak dari pengoperasian jalur fungsional tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani.
"Penggunaan drone ini adalah untuk mempercepat tim urai atau pos-pos terdekat untuk melihat simpul-simpul yang berpotensi menimbulkan kerawanan bertambahnya waktu kemacetan ataupun jarak yang ditempuh masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Dayon Griffin: Kesan Pertama Begitu Menggoda di Kesatria Bengawan Solo
Kepolisian telah memetakan adanya potensi kerawanan, seperti penumpukan kendaraan pada area putaran balik (u-turn) di sepanjang Jalan Solo.
Selain itu guna memastikan situasi tetap terkendali, Polda DIY terus menjalin komunikasi intensif dengan polda-polda di wilayah tetangga.
Terdapat pula 25 pos pengamanan, pelayanan, dan gabungan yang disediakan oleh Polda DIY selama Operasi Ketupat Progo. Pos-pos ini ditempatkan di lima kabupaten/kota.
"Ada 8,2 juta orang akan datang menurut hasil survei Kementerian Perhubungan. Maka kita dapat pastikan pemerintah sudah mengantisipasi dengan membuat pola-pola terhadap kedatangan wisatawan, terutama di Jogja," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Pasbata Duga Ada Operasi Giring Opini Negatif dengan Serangan Terstruktur ke Seskab Teddy
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi