Budi Arista Romadhoni
Rabu, 11 Maret 2026 | 12:37 WIB
Mobil diesel bekas. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Tiga mobil diesel bekas di bawah Rp100 juta untuk mudik adalah Kijang LGX (nyaman), Panther (irit), dan Kuda (stabil).
  • Toyota Kijang LGX 2002 unggul kenyamanan dan jual kembali, namun perawatan timing belt berisiko mahal.
  • Isuzu Panther Capsule 2000 paling irit BBM dan perawatannya mudah, sementara Mitsubishi Kuda 2004 paling stabil saat kecepatan tinggi.

SuaraSurakarta.id - Mudik Lebaran bersama keluarga adalah tradisi yang selalu dinanti. Namun, perjalanan jauh membutuhkan kendaraan yang prima, nyaman, dan tentu saja, irit bahan bakar.

Bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas namun mendambakan mobil keluarga tangguh, pasar mobil diesel bekas menawarkan segudang pilihan menarik.

Khususnya, tiga legenda diesel di bawah Rp100 juta ini kerap menjadi incaran: Toyota Kijang LGX, Isuzu Panther Capsule, dan Mitsubishi Kuda. Mana di antara ketiganya yang paling cocok menemani perjalanan mudik Anda di tahun 2026 ini? Mari kita bedah lebih dalam.

Toyota Kijang LGX Diesel (2002): Raja Purna Jual dengan Kenyamanan Optimal 

Toyota Kijang LGX Diesel tahun 2002 adalah pilihan yang sulit ditampik. Mobil ini adalah pilihan paling aman karena reputasi Toyota dan nilai jual kembali yang sangat stabil.

Dari segi tampilan, Kijang LGX facelift dengan lampu kristalnya masih terlihat modern dan tak lekang oleh waktu. Ditenagai mesin 2L 2.446 cc non-turbo yang menghasilkan 83 HP dan torsi 162 Nm, performanya cukup mumpuni untuk perjalanan antar kota.

Kenyamanan adalah salah satu keunggulan utama Kijang LGX. Suspensi yang seimbang—tidak terlalu limbung seperti Panther, namun tidak sekeras Kuda—menjamin kenyamanan penumpang di berbagai kondisi jalan.

Interiornya, yang di zamannya tergolong mewah, dilengkapi AC double blower yang memastikan kesejukan hingga baris ketiga, sangat krusial untuk perjalanan mudik panjang. Konsumsi BBM-nya berkisar 1:9 km/liter (dalam kota) hingga 1:11-12 km/liter (luar kota), cukup irit untuk kelasnya.

Pajak tahunan yang ringan, sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta, juga menjadi nilai tambah. Namun, perhatikan penggantian timing belt setiap 100.000 km, karena jika putus, biaya perbaikannya bisa sangat mahal. Harga bekasnya masih "digoreng" karena tingginya peminat, berkisar antara Rp69 juta hingga di atas Rp100 juta untuk kondisi istimewa.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp150 Jutaan yang Bikin Keluarga 'Naik Kelas' di 2026!

Isuzu Panther Capsule (2000): Sang Raja Irit Bahan Bakar 

Jika prioritas utama Anda adalah efisiensi bahan bakar dan biaya operasional yang rendah, Isuzu Panther Capsule adalah jawabannya. Panther adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin menekan biaya perjalanan mudik tanpa mengorbankan kapasitas penumpang. 

Mesin legendaris 4JA1 2.500 cc direct injection-nya terkenal bandel dan irit, menghasilkan 80 HP dengan torsi 170 Nm yang kuat di putaran bawah, sangat membantu saat membawa beban penuh.

Kenyamanan Panther terletak pada suspensinya yang paling empuk di kelasnya, sangat nyaman untuk melibas jalan berlubang khas pedesaan.

Namun, konsekuensinya adalah gejala limbung yang cukup terasa di kecepatan tinggi, perlu sedikit adaptasi saat berkendara di jalan tol. Keunggulan mutlak Panther adalah konsumsi BBM-nya yang luar biasa, mampu mencapai 1:11 km/liter di dalam kota dan hingga 1:16 km/liter untuk rute luar kota.

Pajak tahunannya pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp1 juta hingga Rp1,3 juta. Perawatan Panther juga sangat mudah dan murah, karena mesinnya menggunakan timing gear (bukan belt), sehingga tidak ada risiko timing belt putus seumur hidup. Untuk tipe LM atau LV tahun 2000, harganya berkisar antara Rp65 juta hingga Rp100 juta.

Load More