- Sebanyak 23 suporter Persis Solo ditangkap pada 4 Januari 2026 karena menyalakan flare, petasan, dan diduga mengonsumsi miras.
- Penyalaan dan pelemparan puluhan flare oleh suporter memaksa wasit menghentikan pertandingan Persis kontra Persita selama dua menit.
- Polisi menyita 72 flare merah, enam *smoke*, lima pipa asap, dan enam petasan sebagai barang bukti potensi bahaya tinggi.
SuaraSurakarta.id - Aksi penyalaan flare kembali mencoreng jalannya pertandingan sepak bola nasional. Insiden ini terjadi dalam laga Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo, Ahad malam, 4 Januari 2026.
Puluhan flare dinyalakan hingga dilempar ke arah lapangan, menyebabkan asap tebal menyelimuti stadion dan memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara.
Aparat kepolisian bergerak cepat mengendalikan situasi dan menangkap 23 suporter yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Dari peristiwa ini, polisi mengungkap sejumlah fakta, mulai dari alasan penindakan, barang bukti berbahaya yang disita, hingga dampak langsung aksi flare terhadap jalannya pertandingan yang saat itu.
Berikut fakta-fakta penting di balik penangkapan 23 suporter Persis Solo tersebut sebagaimana dikutip dari berbagai sumber di YouTube.
1. Sebanyak 23 Suporter Diamankan Polisi
Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Komisaris Besar Polisi Catur Cahyono Wibowo menyampaikan bahwa sebanyak 23 suporter diamankan karena kedapatan membawa dan menyalakan flare serta petasan di dalam stadion. Selain itu, sebagian dari mereka juga terindikasi berada dalam pengaruh minuman keras.
“Penindakan kami lakukan karena ada suporter yang membawa dan menyalakan flare, petasan, serta dalam kondisi dipengaruhi minuman keras,” kata Catur kepada wartawan, Senin, 5 Januari 2026.
Para suporter yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Hadapi Liga 1 Musim Depan, Jokowi Minta Persis Solo Cari Pemain Bagus
2. Puluhan Flare dan Petasan Disita sebagai Barang Bukti
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita sejumlah barang bukti yang dilarang dibawa masuk stadion. Barang bukti tersebut meliputi 72 flare merah, enam smoke, lima pipa asap, dan enam petasan.
Menurut Catur, seluruh barang tersebut memiliki potensi bahaya tinggi. Flare dan petasan bisa memicu kebakaran, melukai penonton, serta mengancam keselamatan pemain dan perangkat pertandingan. Karena itu, kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas harus diambil demi mencegah risiko yang lebih besar.
3. Laga Dikawal Ketat oleh 491 Personel Gabungan
Catur menjelaskan bahwa pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang telah dikategorikan sebagai laga dengan tingkat kerawanan cukup tinggi. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sebanyak 491 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan.
Ratusan personel tersebut disebar di berbagai titik, mulai dari pintu masuk stadion, area tribun penonton, hingga jalur keluar dan kepulangan suporter. Pengamanan berlapis ini dilakukan untuk memastikan laga tetap berjalan aman meski tensi pertandingan cukup tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Akses Keputren dan Ruang Pusaka Masih Dikunci, Revitalisasi Keraton Solo Terhambat
-
HYDROPLUS Soccer League All Stars: Putri Surakarta U-15 Gugur di Fase Grup
-
Protes Harga Telur Anjlok Drastis, Peternak Ayam Gelar Aksi Mandi Telur
-
Respon Jokowi Soal Injak Kepala Kerbau Dikaitkan Sama Politik, Itu Bentuk Penghormatan
-
Pakai Hasil Iuran Warga, Jembatan Sasak Diatas Sungai Bengawan Solo Kembali Dibuat