- Presiden Jokowi menyatakan urusan memaafkan bersifat pribadi, sementara proses hukum harus berjalan sesuai prosedur.
- Presiden menyebutkan ada tiga tersangka kasus ijazah palsu yang tidak akan dimaafkan, namun menolak menyebutkan nama.
- Jokowi mengapresiasi transparansi dan keterbukaan proses gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya.
SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal rencana akan memaafkan tersangka dalam kasus ijazah palsu, kecuali tiga nama.
Jokowi menyebut kalau urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Namun hukum itu urusan hukum.
"Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum, ya urusan hukum. Prosesnya biar berjalan apa adanya," terangnya saat ditemui, Rabu (24/12/2025).
Ketika ditanya meski memaafkan tapi urusan hukum tetap berjalan, Jokowi menegaskan Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum, ya urusan hukum.
"Kita hormati proses hukum yang ada," ungkap dia.
Saat disinggung siapa tiga nama terkecuali yang tidak dimaafkan, Jokowi enggan membocorkannya.
"(Boleh disebutkan tiga nama yang tidak dimaafkan) Ya nanti lah nanti, nanti," kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.
"(Public kan mesti sudah tahu pak) Nanti, nanti, nanti," lanjutnya.
Apakah ada ruang perdamaian, Jokowi kembali menyampaikan urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum, ya urusan hukum.
Baca Juga: Jokowi Ogah Cawe-cawe Soal Penerus PB XIII, Ini Alasannya
"Tetapi memang kalau ada ruang untuk memaafkan, kenapa tidak juga kita lakukan. Tapi sekali lagi urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi, urusan hukum, ya urusan hukum," paparnya.
Soal gelar perkara yang sudah dilakukan, Jokowi menyebut kalau itu yang memang diminta oleh mereka.
"Ya itu kan memang yang diminta mereka. Dan saya melihat keterbukaan transparasi dari kepolisian, dari Polda Metro Jaya, saya kira sangat bagus," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Panglima Jilah Undang Jokowi di Acara Adat Bahaupm Bide Bahana, Pertemuan Besar Suku Dayak
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang