Bagi Lokananta yang sejak periode 1950-an berkecimpung di dunia rekaman audio, koleksi reel tape (pita magnetik) memiliki posisi yang vital sebagaimana arsip yang lain. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
- Lokananta, institusi rekaman audio sejak 1950-an, menerima pendampingan Museum Forward untuk arsip 5.843 pita reel.
- Tim arsip Lokananta sejak Agustus 2025 fokus pada preservasi, konservasi, dan digitalisasi, dibantu tiga profesional eksternal.
- Rangkaian program publik termasuk pameran "The Audio Conservators’ Room" dimulai 3 Desember 2025 untuk edukasi publik.
Pada penyelenggaraan di tanggal 4 dan 5 Desember acara dapat diakses secara offline dan online. Sementara di sesi terakhir pada tanggal 7 Desember program masterclass berlangsung secara online. Berikut jadwal lengkap dari rangkaian program publik dan masterclass Museum Forward 2025 di Lokananta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Respati Ardi Siapkan Insentif untuk Atlet Disabilitas Solo Berprestasi di ASEAN Para Games 2025
-
Viral Kades Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Pemkab Sragen Akui Sempat Masuk Rencana Pembangunan Tapi...
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Menggali Makna Teks
-
Viral Video Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan yang Rusak dengan Mengenakan Seragam Dinas
-
5 Instruksi KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk Mengatasi Kisruh di Keraton Surakarta