- Elemen masyarakat Solo sepakat mengimbau pemuda menghindari perayaan akhir tahun yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
- Tokoh masyarakat Solo mengingatkan perayaan tahun baru sebaiknya diisi introspeksi diri, bukan euforia mabuk-mabukan dan konvoi.
- Polresta Solo mengharapkan laporan masyarakat mengenai aktivitas melanggar hukum seperti knalpot brong jelang perayaan Nataru.
SuaraSurakarta.id - Menjelang perayaan tahun baru, berbagai elemen masyarakat di Solo sepakat mengimbau generasi muda untuk tidak menggunakan momentum tersebut sebagai ajang hura-hura yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Organisasi masyarakat dan kepolisian meminta masyarakat merayakan pergantian tahun dengan bijak dan introspeksi diri.
Ketua II DPP Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Salman Alfarisi, mengatakan bahwa euforia akhir tahun yang berujung pada mabuk-mabukan dan konvoi mengganggu kenyamanan publik harus dihindari.
Ia menegaskan, pergantian tahun hendaknya digunakan untuk introspeksi diri selama setahun terakhir.
“Hendaknya menjadi introspeksi, bukan hura-hura,” ungkap Salman Alfarisi, yang juga menjabat Kabid Askari LPD Majelis Mujahidin, Minggu (30/11/2025).
Pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban masyarakat dan meminta petugas berkoordinasi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Solo.
Senada, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surakarta, Arif Sarifuddin, mengajak masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan bijak.
“Silakan, merayakan. Namun, hendaknya tidak mengganggu aktifitas warga Kota Solo lainnya. Apalagi, saat momentum tersebut banyak masyarakat yang melaksanakan aktifitas ibadah Natal,” jelas Arif Sarifuddin.
GP Ansor juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan momentum pergantian tahun dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Polresta Solo Harapkan Laporan Masyarakat
Baca Juga: Momen Kampung Batik Kauman Solo Jadi Jujukan Wisatawan Luar Kota, Ini Kata Warga
KabagOps Polresta Solo, Kompol Engkos Sarkozi, menyatakan keterbukaan Polresta Surakarta dalam menampung masukan dan laporan dari masyarakat terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia menegaskan, Kamtibmas di Solo tidak akan tercipta tanpa keterlibatan masyarakat.
"Dalam hal keamanan jelang Nataru ya, kami sangat mengharapkan informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya aktifitas konvoi knalpot brong maupun miras. Selama ini, kami sangat terbantu dengan adanya laporan tersebut," ujar Engkos Sarkozi.
Selain mengandalkan laporan, Polresta Surakarta juga akan menggencarkan patroli untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihaknya berharap penyelenggaraan Nataru dapat berlangsung aman dan nyaman, sehingga umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang dan masyarakat lain tidak terganggu aktivitasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
Tahun Baru Bukan Hura-hura: LUIS dan GP Ansor Ajak Warga Solo Introspeksi Diri
-
BLTS Kesra Serentak Disalurkan di Solo, Petugas PT Pos Antarkan Langsung ke Rumah Penerima
-
Misteri Absennya Gusti Purboyo: Pertemuan Krusial Keraton Solo Gagal Total!
-
5 Rute Lari Seru di Kota Solo untuk Pecinta Jogging dan Running
-
Aksi Memukau Ari Lasso Sukses Hipnotis Gathering SIG 2025