- Maha Menteri Tedjowulan memberi peringatan tegas kepada KGPH Purboyo karena melantik badan baru Keraton Surakarta pada Rabu, 26 November 2025.
- Peringatan tersebut muncul setelah Purboyo mengabaikan arahan pusat dan imbauan menahan diri pasca wafatnya Paku Buwono XIII.
- Tindakan ini merupakan fungsi ad interim Maha Menteri berdasarkan SK Mendagri dan SK Menbud guna menjaga kerukunan dan masa depan keraton.
SuaraSurakarta.id - Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan memberikan peringatan tegas kepada KGPH Purboyo (PB XIV).
Peringatan tegas tersebut diberikan Maha Menteri Tedjowulan, karena telah melakukan pelantikan atau pengukuhan bebadan baru di keraton, Rabu (26/11/2025) kemarin. Surat peringatan tersebut dikirimkan lewat Pengageng Sasana Parentah KGPH Dipokusumo.
Juru bicara Maha Menteri Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro mengatakan kalau Maha Menteri Tedjowulan sangat menyesalkan sikap dan tindakan KGPH Purboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, rapat, dan rembuk keluarga dengan Maha Menteri.
"Sebelumnya, kami telah mengirimkan surat imbauan untuk menahan diri dalam masa berkabung 40 hari setelah Suruddalem Paku Buwono XIII. Tapi, Gusti Puruboyo tetap mengadakan jumenengan. Berikutnya melantik bebadan," terangnya, Kamis (27/11/2025).
Pakoenegoro menjelaskan langkah memberikan peringatan kepada Purboyo merupakan sikap tegas Maha Menteri sebagai pelaksana fungsi ad interim Paku Buwono XIII.
Hal Ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 430-9233 tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Ini juga diperkuat oleh Surat Menteri Kebudayaan Nomor 10596/MK.L/KB.10.03/2025 Perihal Pengelolaan Keraton Surakarta Hadiningrat tertanggal 10 November 2025.
"Oleh karena itulah, Maha Menteri mengambil tindakan dengan memberikan peringatan. Tedjowulan terus berupaya merangkul keluarga besar demi kerukunan bersama dan masa depan keraton," ungkap dia.
Pakoenegoro mengatakan sebenarnya pada 14 November 2025 lalu, Tedjowulan telah mengirimkan surat imbauan 16/MM/KKSH/11-2025 kepada Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo.
Baca Juga: Takhta Terbelah Dua, Duit Rakyat Tertahan: Nasib Hibah Rp200 Juta Keraton Solo di Ujung Tanduk
Namun dikeesokan harinya malah melakukan penobatan KGPH Puruboyo sebagai PB XIV.
"Maha Menteri menyesalkan tindakan sepihak tanpa koordinasi atas jumenengan KGPH Purboyo. Itu berarti arahan Menteri Kebudayaan dan imbauan Maha Menteri Keraton Surakarta tidak diindahkan," tegasnya.
"Tindakan Puruboyo ini dapat berdampak negatif pada pengelolaan dan masa depan keraton," lanjut dia.
Menurutnya surat peringatan ini ditembuskan kepada para pimpinan daerah di Solo, yaitu Wali Kota, Ketua DPRD, Komandan Kodim 0735, Kapolresta, dan Kepala Kejaksaan Negeri.
Langkah ini juga telah dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan.
"Dalam surat bernomor 18/MM/KKSH/11-2025 itu, Tedjowulan memerintahkan semua pihak di keraton untuk tidak melakukan kegiatan apa pun tanpa berkoordinasi dengan dirinya sebagai Maha Menteri," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng
-
Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas