- Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan mengatakan eksepsi yang diajukan itu meliputi esepsi bahwa Pengadilan Negeri (PN) Solo tidak berwenang secara absolut untuk memeriksa dan mengadili perkara A Quo.
- Sesuai ketentuan dalam UU No 30 tahun 2014, terdapat adanya suatu perluasan mengenai kewenangan PTUN dalam mengadili suatu perkara.
- YB Irpan menjelaskan selain itu ada esepsi lainya, yakni terkait adanya error in persona.
SuaraSurakarta.id - Tergugat 1 Presiden ke-7 Jokowi menyampaikan jawaban dalam perkara perdata nomor 211/Pdt.G/2025/PN.Skt melawan penggugat Citizen Lawsuit ijazah palsu Jokowi.
Kemudian tergugat 1 pun mengajukan eksepsi agar gugatan ditolak. Karena Jokowi tidak lagi berstatus sebagai penyelenggara negara.
Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan mengatakan eksepsi yang diajukan itu meliputi esepsi bahwa Pengadilan Negeri (PN) Solo tidak berwenang secara absolut untuk memeriksa dan mengadili perkara A Quo.
Sesuai ketentuan dalam UU No 30 tahun 2014, terdapat adanya suatu perluasan mengenai kewenangan PTUN dalam mengadili suatu perkara.
"Oleh karena sesuai dalil-dalil sebagaimana yang diuraikan oleh penggugat dalam posita gugatannya, bahwa pihak yang digugat, Rektor UGM, Wakil Rektor UGM, UGM dan kepolisian dalam kedudukannya sebagai penyelenggara negara, maka sesuai UU No 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan, atas gugatan perbuatan melawan hukum yang ditujukan oleh penggugat terhadap tergugat 2, 3, tergugat 4 dan turut tergugat dalam kedudukan sebagai penyelenggara negara, yang berwenang memeriksa dan mengadili atas gugatan tersebut adalah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," terangnya saat ditemui, Selasa (11/11/2025).
YB Irpan memohon kepada Majelis Hakim pemeriksa perkara agar ada putusan sela pada sidang berikutnya. Karena eksepsi mengenai kewenangan mengadili secara absolut harus diputus terlebih dahulu melalui putusan sela.
"Jika Majelis Hakim sependapat dengan eksepsi yang kami ajukan mengenai kewenangan absolut, tentu saja melalui putusan sela, Majelis Hakim akan pemeriksa perkara akan menjatuhkan putusan bahwa Pengadilan Negeri Surakarta tidak berwenang mengadili perkara nomor 211 sebagaimana diajukan oleh dua alumni UGM," papar dia.
YB Irpan menjelaskan selain itu ada esepsi lainya, yakni terkait adanya error in persona. Saat ini Jokowi bukan lagi penyelenggara negara seperti dikatakan penggugat, sebagai Dewan Pengawas Danantara.
"Setelah saya konsultasi dengan beliau pada saat gugatan ini akan disidangkan. Beliau memberikan suatu penjelasan bahwa sampai hari ini beliau belum dilantik, belum menerima SK sebagai Dewan Pengawas Danantara tersebut," ungkapnya.
Baca Juga: Jokowi Pastikan Tak Hadir di Kongres ke-3 Projo, Ini Alasan Dokter Melarangnya
"Sehingga hingga saat ini Pak Jokowi dalam kapasitas sebagai pribadi atau perseorangan," lanjut dia.
Menurutnya gugatan CLS Pihak tergugat adalah penyelenggara negara yang karena perbuatannya telah membiarkan adanya hak-hak yang seharusnya dipenuhi kepada warga negara. Maka subjek tergugat seharusnya bukan lagi sebagai perseorangan melainkan penyelenggara negara.
"Kalau gugatan yang diajukan pihaknya warga negara kemudian tergugat nya juga bukan sebagai penyelenggara negara, ini bukan lagi CLS, melainkan gugatan perdata biasa," paparnya.
YB Irpan menambahkan bahwa gugatan yang diajukan penggugat tersebut kabur atau tidak jelas.
"Kemudian masih ada lagi satu eksepsi bahwa gugatan tersebut diajukan belum waktunya atau prematur, terlalu dini," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota
-
Bro Ron Sindir Keras OTT Bupati Sukoharjo: Mungkin Mau Ikuti Sekjennya