- Salah satu karangan bunga berasal dari Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo turut berduka atas meninggalnya PB XIII.
- Seperti diketahui, Puspo Wardoyo sangat dekat dengan PB XIII maupun keluarga besar keraton.
- Ini dibuktikan dengan kepedulian Founder Kalipepe Land tersebut dengan berperan aktif melestarikan budaya Jawa yang terus mengilhami Keraton Surakarta.
SuaraSurakarta.id - Kawasan Keraton Solo dipenuhi ratusan karangan bunga sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya Raja Keraton Kasunanan Surakarta Sinuhun Pakubuwono atau PB XIII Hangabehi.
Karangan bunga tersebut berasal dari berhalangan baik tokoh nasional, penjabat negara, pengusaha hingga para instansi.
Salah satu karangan bunga berasal dari Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo turut berduka atas meninggalnya PB XIII.
Tidak hanya itu saja, tapi juga menyediakan kendaraan bagi para pelayat.
Seperti diketahui, Puspo Wardoyo sangat dekat dengan PB XIII maupun keluarga besar keraton. Kedekatan itu sudah terjalin cukup lama.
Ini dibuktikan dengan kepedulian Founder Kalipepe Land tersebut dengan berperan aktif melestarikan budaya Jawa yang terus mengilhami Keraton Surakarta.
Kedekatan antara Puspo Wardoyo dengan keraton itu dibenarkan oleh salah satu adik PB XIII, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng).
Gusti Moeng menyebut kedekatan antara kerabat Keraton dengan Puspo Wardoyo itu sudah terjalin cukup lama sekali. Itu dari masa sekolah di SMA Negeri 4 Surakarta.
“Kalau Gusti Puger itu teman seangkatan Pak Puspo Wardoyo, sementara saya adik kelas. Pak Puspo itu dua tahun di atas saya, jadi saat saya kelas satu, beliau kelas tiga di SMA N 4 Surakarta. Yang paling akrab itu dengan Gusti Benowo, karena pulang pergi sekolah bersama. Gusti Benowo dan Gusti Puger itu satu angkatan dengan Pak Puspo Wardoyo, angkatan 1977,” terangnya, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga: Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam X Melayat dan Beri Penghormatan Terakhir untuk PB XIII
Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta ini pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Puspo Wardoyo terhadap keluarga besar Keraton.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Puspo Wardoyo yang terus berpartisipasi untuk Keraton Surakarta. Beliau membantu konsumsi, juga mungkin kendaraan yang diperuntukkan bagi kerabat keraton dan masyarakat yang ingin mengantar ke tempat peristirahatan terakhir PB XIII di pemakaman Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Atas kebaikan beliau ini semoga mendapatkan pahala berlipat dari Tuhan Yang Maha Esa,” tandas dia.
Sementara itu KGPH Puger menjelaskan ada kedekatan emosional Puspo Wardoyo dengan dunia seni dan budaya Jawa.
Puspo disebut pernah menempuh pendidikan di Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang sekarang Institut Seni Indonesia.
"Sejak kuliah, Mas Puspo sering berdiskusi dengan kami soal seni dan budaya. Beliau juga sering mendukung kegiatan budaya yang diselenggarakan keraton," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan