- Selain WFH, juga akan berhemat dalam biaya operasional baik dari makan dan minum hingga menerapkan frugal living.
- WFH hanya akan berlaku bagi pegawai di sekretariat saja.
- Meski ada efisiensi, namun dipastikan pemangkasan tidak berpengaruh pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi bakal menerapkan Work From Home (WFH) untuk pegawai di lingkungan Pemkot Solo yang tidak berhubungan dengan masyarakat.
Selain WFH, juga akan berhemat dalam biaya operasional baik dari makan dan minum hingga menerapkan frugal living.
Ini dilakukan usai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) kota Solo sebesar Rp 218 miliar.
"Kita akan coba pastikan untuk pengefisienan di Kota Solo yang kepegawaian tidak berhubungan dengan pelayanan publik, kita seminggu sekali akan WFH-kan. Jadi makan minum, listrik, transportasi kita efisienkan 30 persen, ketika biasanya makanan snack tiga kali, ini cuma sekali, air mineral bawa tumbler, ya kita mulai frugal living untuk Pemkot Solo,” terangnya, Kamis (16/10/2025).
Respati menjelaskan kalau WFH hanya akan berlaku bagi pegawai di sekretariat saja. Untuk pegawai yang bersinggungan dengan masyarakat tetap bekerja seperti biasa.
“OPD yang bisa digilir yang tidak berhubungan dengan layanan masyarakat, puskesmas, satpol, pendidikan itu tidak boleh. Tapi hal-hal yang berkaitan kesekretariatan bisa rapat-rapat, zoom-zoom, ya kita work from anywhere. Itu langkah bisa menghemat untuk langkah yang tidak perlu. Mulai tahun depan,” papar dia.
Menurutnya meski ada efisiensi, namun dipastikan pemangkasan tidak berpengaruh pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). TPP pegawai tidak akan dikurangi.
“TPP saya pastikan kepegawaian kemarin sempat ada inisiasi itu, tapi saya pastikan TPP di kepegawaian Pemkot tidak ada yang dikurangi tanpa mengurangi pelayanan masyarakat,” sambungnya.
Respati mengaku sudah mengumpulkan para OPD mengenai adanya pemangkasan tersebut.
Baca Juga: Diduga Korupsi Proyek Drainase Kawasan Stadion Manahan, Eks Pejabat PUPR Tersangka
“Kemarin sudah kita kumpulkan, sudah kita rasionalisasi kan ke seluruh OPD. Kita challenge OPD untuk berinovasi, untuk penghematan dan benar-benar membuat kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat penghematan,” ucap dia.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono mengatakan anggaran TKD yang dipangkas oleh itu sebesar Rp 218 miliar untuk tahun 2026. Maka akan dilakukan sejumlah efisiensi.
“Dana TKD kita kalau secara keseluruhan dibandingkan dengan yang sudah kita rencanakan itu ada penurunan kurang lebih Rp 218 miliar, kurang lebih segitu Agar tetap bisa jalan kita lakukan penghematan,” tandasnya.
Budi menambahkan upaya yang dilakukan itu melakukan efisiensi terhadap biaya langganan. Itu seperti, penggunaan listrik, air, makanan dan minuman.
“Misalnya biaya makan minum rapat coba kita efisienkan. Biaya, langganan-langganan kita coba efisienkan, nanti kita coba atur penggunaan listrik maupun air di OPD
“Penyalaan nya lebih sesuai kebutuhan saja. Nanti dinyalakan cukup sekian saja, tidak semua dinyalakan. Air juga begitu, nanti diminta penghematan penggunaannya,” pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Sajikan Kuliner Khas Solo, Respati Ardi Jajaki Kerja Sama dengan Wakil Wali Kota Bogor
-
Gibran Salat Jumat di Masjid Agung Solo Bareng Respati Ardi, Tedjowulan hingga Raja Kembar
-
Suara Perempuan di Ujung Tanduk: Fakta-fakta Kasus Laras Faizati dan Ancaman Kebebasan Berekspresi
-
Wali Kota Solo Targetkan Efisiensi Anggaran WFA Capai 29%, Dana Dialihkan ke Pembangunan
-
Perbedaan Toyota Alphard dan Vellfire: Mana yang Lebih Sesuai dengan Kebutuhan Anda?