- Mereka beranggapan keberadaan Bajaj jelas menganggu mata pencaharian para pengemudi becak di Kota Solo.
- Tarif Bajaj informasinya Rp 8.000 dan itu jelas akan membuat becak semakin terpinggirkan.
- Para pengemudi becak berharap Bajaj tidak beroperasi di Kota Solo, kalau belum ada ijin dihapus saja.
SuaraSurakarta.id - Pengemudi becak di Kota Solo menolak dengan tegas pengoperasionalan moda transportasi Bajaj di Kota Solo.
Mereka beranggapan keberadaan Bajaj jelas menganggu mata pencaharian para pengemudi becak di Kota Solo.
"Ya terganggu sekali. Itukan belum ada ijin tapi ini jumlahnya belum banyak kalau dibiarkan akan semakin banyak jumlahnya," ujar pengemudi becak, Hermawan Susanto (58) saat ditemui, Jumat (10/10/2025).
Hermawan menyebut keberadaan Bajaj ini baru online tapi kalau dibiarkan, lama-lama bisa mangkal di tempat-tempat wisata. Maka keberadaan becak akan kalah kalau sampai mangkal.
"Ini seperti mobil listrik kemarin, yang langsung ditembusi wali kota tidak boleh mangkal. Memang alasannya online tapi malah ketahuan ompreng," katanya.
Menurutnya tarif Bajaj informasinya Rp 8.000 dan itu jelas akan membuat becak semakin terpinggirkan. Kalau becak mau bersaing jelas kalah dan lama-lama akan tenggelam.
"Kalau bersaing jelas kalah becaknya, soalnya murah. Becak lama-lama akan tenggelam," ungkap dia.
Para pengemudi becak berharap Bajaj tidak beroperasi di Kota Solo, kalau belum ada ijin dihapus saja.
Solo itu kota kecil kalau ada acara pasti macet tapi malah mau ditambahi Bajaj lagi.
"Yang jelas Bajaj tidak boleh di Solo. Kalau kebanyakan Bajaj, maka Solo bukan lagi kota budaya. Dulu kendaraan tranportasi itu becak sama dokar, kalau Bajaj itukan bukan manual tapi bentor," jelasnya.
Baca Juga: Tim Sparta Samapta Polresta Solo Amankan Pelaku Pengrusakan Rumah Warga di Pajang
"Wali kota dan kepolisian diminta harus tegas. Jangan sampai makin lama makin banyak," lanjut dia.
Sementara itu Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Sari Wahyuni Puji Astuti menyatakan untuk Bajaj teman-teman pengemudi becak itu menolak.
Berharap kepolisian bertindak tegas, karena masalah bentor belum selesai malah muncul Bajaj.
"Untuk keberadaan Bajaj di Solo teman-teman pengemudi becak menolak tegas. Ini dari semua pangkalan menolak, kurang lebih ada 500 becak," terangnya.
Menurutnya menolak karena tarifnya murah dan untuk satu armada bisa mengangkut beberapa orang.
"Nanti kami akan audensi sama mas wali dan kapolresta. Kalau nanti tidak ada perubahan atau apa, nanti akan dibicarakan lagi sama teman-teman untuk langkah selanjutnya," papar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino