- Koordinator aksi, Ferdian Tio, menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka adalah pergantian City Manager Grab Solo.
- Doni Wibowo yang juga mewakili komunitas mitra, menambahkan bahwa hubungan kemitraan seharusnya dibangun atas dasar komunikasi yang terbuka.
- Friska, Head Region Grab-ID Solo, menegaskan bahwa semua kebijakan promo dan insentif ditetapkan berdasarkan strategi perusahaan dan tidak bisa diubah secara sepihak di tingkat kota.
SuaraSurakarta.id - Sekitar 50 pengemudi online yang tergabung dalam Koalisi Driver Online Grab Solo Raya menggelar aksi di depan kantor Grab Solo di Jalan Ronggowarsito, Banjarsari, Kota Solo, Rabu (8/10/2025).
Mereka menyampaikan kekecewaan terhadap manajemen Grab Solo, khususnya terhadap City Manager, Rinto Yanuardhi Wicaksono, yang dinilai menutup komunikasi dengan para mitra dan tidak menepati sejumlah janji.
Koordinator aksi, Ferdian Tio, menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka adalah pergantian City Manager Grab Solo.
"Selama setahun terakhir kami sudah berulang kali menyampaikan aspirasi terkait insentif dan promo yang dijanjikan, tapi tidak ada realisasi. Komunikasi pun sempat tertutup, padahal kami tidak ingin merugikan nama Grab, karena ini ladang penghidupan kami," ujarnya.
Senada, Doni Wibowo yang juga mewakili komunitas mitra, menambahkan bahwa hubungan kemitraan seharusnya dibangun atas dasar komunikasi yang terbuka.
"Kami terbiasa hidup di jalan dan menghadapi situasi keras, tapi kami tetap ingin komunikasi yang saling menghargai. Kalau City Manager tidak mau berkomunikasi dengan kami, sebaiknya diganti saja dengan yang lain," katanya.
Selain isu komunikasi, para pengemudi juga menyoroti kebijakan tarif dan promo yang dinilai merugikan mitra. Mereka membawa sejumlah spanduk dengan pesan seperti "Darurat Grab Solo Raya" dan "Turunkan City Manager Grab Solo".
Tanggapan Manajemen Grab
Menanggapi aksi tersebut, Friska, Head Region Grab-ID Solo, menegaskan bahwa semua kebijakan promo dan insentif ditetapkan berdasarkan strategi perusahaan dan tidak bisa diubah secara sepihak di tingkat kota.
Baca Juga: Wali Kota Solo Silaturahmi ke Habib Alwi Masjid Riyadh, Perkuat Sinergi Umaro dan Ulama
"Setiap kota memiliki kompleksitasnya masing-masing. Kami memahami keresahan para mitra, tapi proses perubahan membutuhkan waktu. Kami juga ingin komunikasi ke depan bisa lebih baik dan saling menghormati," jelasnya.
Sementara itu, Rinto Yanuardhi Wicaksono, City Manager Grab-ID Solo yang menjadi sorotan dalam aksi ini, menyampaikan klarifikasinya.
"Saya bukan menolak bertemu, hanya menunggu situasi lebih tenang agar diskusi bisa berjalan baik. Saya tetap terbuka untuk berkomunikasi, tapi dalam batasan yang saling menghargai," kata Rinto.
Pihak manajemen menegaskan bahwa penggantian posisi City Manager tidak dapat dilakukan secara sepihak karena merupakan bagian dari proses evaluasi kinerja internal perusahaan.
Meski aksi berlangsung dengan berbagai bentuk penyampaian aspirasi, situasi tetap aman dan kondusif berkat pengamanan aparat kepolisian setempat.
Manajemen Grab menyatakan akan membuka kembali ruang dialog dengan perwakilan mitra untuk mencari solusi terbaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei