- Kain batik seluas 140 meter persegi ini disusun dari puluhan motif batik khas Solo.
- Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025, Harris Hotel Solo menggelar aksi spektakuler dengan membentangkan kain batik raksasa setinggi 20 meter, menarik perhatian publik.
- Kegiatan ini sekaligus memperkuat citra Solo sebagai kota budaya, memperkuat daya tarik wisata melalui perpaduan seni, tradisi, dan industri perhotelan modern.
SuaraSurakarta.id - Memperingati Hari Batik Nasional 2025, Harris Hotel Solo membentangkan kain batik terbesar di ketinggian 20 meter, Kamis (2/10/2025).
Ada puluhan batik khas Solo yang kemudian disambung-sambungkan menjadi kain batik berukuran 140 meter persegi. Pembentangan ini berkolaborasi dengan Batik Gunawan Setiawan Kampung Wisata Batik Kauman.
"Motif batiknya itu macam-macam, ada motif batik semuanya, ada kreasi juga. Jadi tidak hanya satu motif batik saja, tapi semua batik Solo ada di situ," ujar perwakilan Batik Gunawan Setiawan Kauman, Sofia Hasna saat ditemui, Kamis (2/10/2025).
Pembuatan motif batik cukup lama minimal satu bulan, tapi bisa 3-6 bulan per kainnya. Selanjutnya kain-kain tersebut dijahit menjadi kain raksasa dan dicocok-cocokan yang kemudian dibentangkan.
"Karena ini batik tulis dan cap tulis, ya minimal satu bulan. Tapi bisa 3-6 bulan waktu pembuatannya," katanya.
"Total ada puluhan motif. Kemarin juga banyak percobaan-percobaan," lanjut dia.
Untuk panjang kain keseluruhan itu 20 meter lebarnya 7 meter. Kalau per kainnya itu ukurannya 2-2,5.meter, kemudian dijahit satu-satu.
Sementara itu GM Harris Hotel Solo, Erwin James mengatakan pembentangan kain batik raksasa ini dilakukan dalam rangka hari batik.
Ini dilakukan karena selama ini hari batik selalu ditandai dengan memakai batik.
Baca Juga: Dokter Tifa Kena Malu, Kepala SMPN 1 Solo Ungkap Fakta Ijazah Gibran
"Jadi kita pikir dan coba bekerjasama dengan salah satu maestro batik di Solo untuk lebih menegaskan lagi statemen posisi batik Solo itu seperti apa. Yang mau kita sampaikan bahwa batik tidak hanya sekedar pakaian yang dipakai setahun sekali tapi dipakai untuk semua kegiatan bisa dibentuk model seperti apapun," paparnya.
Ketika ditanya kenapa memilih kain batik raksana, Erwin menyebut karena belum ada hotel yang membuat.
"Kebetulan tidak banyak juga kota yang punya kesempatan sebenarnya untuk melakukan kegiatan ini. Di Indonesia mungkin dikenal tiga kota batik, yakni Solo, Yogyakarta dan Pekalongan," ungkap dia.
"Dan sampai sejauh ini belum ada hotel yang punya inisiatif bekerjasama untuk mengangkat batik dengan perajin batik setempat. Makanya hari ini kita pilih model seperti ini yang kita bikin, bentangkan kain campuran dari berbagai motif batik," tandasnya.
Erwin mengaku sebelum dibentangkan dilakukan percobaan sebanyak 4 kali. Karena pada saat dicoba ternyata kainnya robek lalu diulang lagi.
"Kita beberapa kali percobaan, kurang lebih ada 3-4 kali sampai benar-benar tidak ada kendala. Waktunya juga kita lihat anginnya yang minim, mungkin paling enak sore tapi anginnya malah justru lebih kencang," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Upaya Preventif Laka Lantas, Peserta Sespimen 66 Gelar Diskusi Strategis di Polresta Solo
-
Jokowi Setuju Usulan Abraham Samad Minta Pengembalian UU KPK yang Lama
-
Polres Sukoharjo Ringkus Pengedar Sabu di Gatak, Amankan 4,39 Gram Paket Siap Edar
-
Gebrakan Global! Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Sukuk dan Social Bonds
-
5 Fakta dan Kronologi Pramugari Bus Indorent Cantika Meninggal dalam Kecelakaan Tol SoloNgawi