Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:16 WIB
Ilustrasi Kecelakaan bus di Jalan Tol Solo-Ngawi. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut terjadi Kamis, 12 Februari 2026, pukul 04.30 WIB di Tol Solo–Ngawi KM 566 A, menewaskan pramugari bus Indorent.
  • Korban meninggal adalah Naura Rindha Cantika, 21 tahun, setelah bus menabrak truk boks dan terguling di Ngawi, Jawa Timur.
  • Polisi telah mengamankan barang bukti dan sedang mendalami penyebab pasti kecelakaan tragis di jalan tol tersebut.

SuaraSurakarta.id - Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi dan merenggut nyawa seorang pramugari bus Indorent bernama Naura Rindha Cantika.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB di KM 566 A, tepatnya di wilayah Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Cantika yang masih berusia 21 tahun meninggal dunia setelah bus yang ditumpanginya menabrak truk boks di depannya, kemudian kehilangan kendali dan terguling.

Kejadian ini tidak hanya mengejutkan keluarga dan rekan kerjanya, tetapi juga warganet yang mengenalnya melalui media sosial. Berikut lima fakta lengkap terkait kecelakaan tersebut.

1. Kecelakaan terjadi dini hari di Tol Solo–Ngawi KM 566 A

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasinya berada di KM 566 A ruas Tol Solo–Ngawi, tepatnya di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Waktu kejadian yang masih dini hari membuat suasana jalan relatif sepi. Namun, kendaraan yang melintas di jalan tol umumnya melaju dengan kecepatan tinggi, terutama kendaraan antarkota dan logistik.

Tol Solo–Ngawi sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa. Tingginya mobilitas kendaraan di jalur ini membuat potensi kecelakaan tetap ada, terutama jika pengemudi kurang waspada terhadap kondisi lalu lintas di depannya.

Kecelakaan yang terjadi pada dini hari juga sering dikaitkan dengan faktor kelelahan pengemudi, meskipun penyebab pasti dalam kasus ini masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 9 Halaman 170-171 Kurikulum Merdeka: Latihan C Rotasi

2. Korban adalah pramugari bus Indorent bernama Naura Rindha Cantika

Korban meninggal dunia diketahui bernama lengkap Naura Rindha Cantika. Ia merupakan pramugari bus Indorent dan masih berusia 21 tahun.

Sebagai pramugari bus, Cantika memiliki peran penting dalam operasional perjalanan, termasuk membantu penumpang dan memastikan kenyamanan selama perjalanan berlangsung.

Kepergian Cantika menjadi pukulan berat bagi keluarga, rekan kerja, dan orang orang yang mengenalnya. Usianya yang masih sangat muda membuat tragedi ini terasa semakin menyedihkan.

Sosok Cantika juga dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki kehidupan yang dinamis, baik dalam pekerjaannya maupun aktivitas sehari hari.

3. Cantika dikenal aktif di TikTok dan unggahan terakhirnya dibanjiri komentar duka

Selain bekerja sebagai pramugari, Cantika juga aktif di media sosial, khususnya TikTok. Ia menggunakan akun dengan nama pengguna @Cantika.

Tragisnya, akun tersebut diketahui masih aktif hingga sekitar 18 jam sebelum kecelakaan terjadi. Unggahan terakhirnya kini dipenuhi komentar duka dari warganet yang merasa kehilangan.

Banyak netizen yang meninggalkan pesan belasungkawa dan doa. Salah satu komentar berbunyi, “Suwargi langgeng mbak,” seperti dilansir Tribunmataraman.

Komentar lain juga menunjukkan rasa tidak percaya atas kabar tersebut. “Masih 17 jam yang lalu, memang kita tidak bisa menghindari takdir,” tulis seorang netizen.

Ada pula warganet yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut karena merasa tidak percaya. “Ini beneran?” tulis netizen lainnya.

Keaktifan Cantika di media sosial membuat kabar kepergiannya menyebar cepat dan memicu gelombang duka dari banyak orang.

4. Bus Indorent menabrak truk boks sebelum terguling

Kronologi kecelakaan dijelaskan oleh Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika. Ia menyebutkan bahwa bus Indorent bernomor polisi B 7107 TGE melaju dari arah barat menuju timur di lajur kanan atau lajur cepat.

Bus tersebut dikemudikan oleh Achmad Fajrin Dermawan, 35 tahun, warga Kabupaten Tegal.

Di depannya, melaju sebuah truk boks Isuzu Elf bernomor polisi B 9503 PXV yang dikemudikan oleh Pujianto, 35 tahun, warga Kabupaten Batang.

Menurut keterangan saksi, pengemudi bus diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya. Akibatnya, bagian depan bus menabrak bagian belakang truk boks tersebut.

Benturan keras menyebabkan bus kehilangan kendali. Kendaraan kemudian oleng ke kiri, menabrak pembatas jalan, masuk ke parit, dan akhirnya terguling.

Kecelakaan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga jarak aman dan kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

5. Polisi telah melakukan olah TKP dan masih mendalami penyebab pasti kecelakaan

Setelah kejadian, Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga memeriksa saksi saksi untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang peristiwa tersebut.

Selain itu, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, yakni bus Indorent dan truk boks Isuzu Elf, telah diamankan sebagai barang bukti.

Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab pasti kecelakaan masih kami dalami lebih lanjut,” tegasnya.

Proses penyelidikan ini penting untuk memastikan faktor utama penyebab kecelakaan, apakah karena kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, atau faktor lain yang berkontribusi terhadap peristiwa tersebut.

Kepergian Cantika meninggalkan duka mendalam

Kepergian Naura Rindha Cantika meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak pihak. Tidak hanya keluarga dan rekan kerja, tetapi juga warganet yang mengenalnya melalui media sosial.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat terjadi secara tiba tiba dan tanpa peringatan. Kehidupan yang tampak berjalan normal dapat berubah dalam hitungan detik.

Kisah Cantika juga menjadi refleksi tentang pentingnya keselamatan di jalan, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor transportasi.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More