SuaraSurakarta.id - Penggugat wanprestasi mobil Esemka, Aufaa Luqmana Re Aa membawa mobil Esemka jenis Bima 1.2 ke Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (30/7/2025).
Padahal kasus gugatan wanprestasi mobil Esemka yang melibatkan Presiden ke-7 Jokowi, mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK,) selaku tergugat masih berlangsung.
Meski sidang dengan nomor perkara 96/Pdt.G/2025/PN.Skt berjalan secara daring, namun Aufaa tetap membawanya sebagai pembuktian sulitnya menemukan dan memiliki mobil yang digagas oleh Jokowi tersebut.
Kuasa Hukum Penggugat, Arif Sahudi mengatakan bahwa langkah kliennya yang menghadirkan mobil Esemka ke PN Solo bertujuan untuk menunjukkan itikad baik dan keseriusan dalam membuktikan materi gugatan.
Apalagi upaya permohonan agar dilakukan pemeriksaan setempat (SP) ke pabrik PT SMK ditolak oleh majelis hakim.
"Kami sempat ajukan permohonan pemeriksaan setempat ke lokasi SMK, agar majelis bisa melihat langsung ada atau tidaknya aktivitas produksi. Tapi ditolak karena dianggap tidak relevan dengan pokok sengketa, yang menurut hakim bukan soal tanah. Padahal ini penting untuk membuktikan soal wanprestasi," terangnya saat ditemui, Rabu (30/7/2025).
Arif menjelaskan bahwa pihaknya ingin membuktikan kepada hakim kalau program mobil nasional yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena untuk memperoleh unit mobil saja harus dilakukan secara mandiri dan hanya mendapatkan mobil bekas.
"Kami ingin memperlihatkan kepada majelis hakim, untuk punya unit mobil ini sulit didapatkan. Memang untuk servis bisa, tapi aktivitas penjualan atau produksi sama sekali tidak kami lihat," jelas dia.
Menurutnya kliennya membeli mobil Esemka ini bekas. Untuk mencarinya sangat susah dan mencari-cari marketplace.
Baca Juga: Sidang Gugatan Mobil Esemka Memanas, Penggugat Minta Cek Lokasi, PT SMK Tolak Keras
Setelah berhasil membeli dan dibawa ke Solo, mobil tersebut lalu dibawa ke PT SMK untuk perbaikan, karena ada kerusakan.
"Kita ingin betul membuktikan PT SMK itu sebenarnya produksi nggak," katanya.
Sementara itu Penggugat Wanprestasi Mobil Esemka, Aufaa Luqmana mengatakan sangat susah dan butuh perjuangan untuk mendapatkan mobil Esemka ini.
"Perjuangan banget ya. Saya cari-cari di marketplace mana sulit lah. Pokoknya akhirnya ketemu ini langsung beli walaupun keadaan second," ujar dia.
Untuk membeli mobil Esemka ini sempat menawar, aslinya harganya Rp 50 juta terus ditawar Rp 40 juta. Tapi ditolak akhirnya diambil tengah-tengahnya Rp 45 juta.
"Dari lama mencari mobil Esemka ini," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak