- Tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan suci dengan suka cita, berbeda makna dengan targhib yaitu menumbuhkan rasa cinta.
- Contoh amalan persiapan meliputi memperbanyak ilmu, bertaubat, serta meningkatkan puasa sunnah bulan Syaban.
- Persiapan juga mencakup aspek jasmani, memperbarui niat tulus, dan memohon kemudahan dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
SuaraSurakarta.id - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam kerap mendengar istilah tarhib Ramadhan. Istilah ini biasanya ramai dibahas beberapa pekan sebelum puasa dimulai, baik di mimbar masjid, media sosial, hingga pengajian keluarga.
Meski terdengar familiar, tidak sedikit umat muslim yang belum memahami makna tarhib secara utuh, termasuk bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, Ramadhan 2026 atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026, sekitar Selasa, 17 atau Rabu, 18 Februari 2026.
Kepastian tanggal tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat Kementerian Agama RI. Dengan waktu yang kian dekat, pemahaman tentang tarhib Ramadhan menjadi semakin relevan.
Berikut rangkuman makna tarhib Ramadhan beserta contoh amalannya yang bisa dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadhan 2026.
1. Arti Tarhib Ramadhan Secara Bahasa dan Makna
Secara etimologis, kata tarhib berasal dari bahasa Arab ترحيب yang berakar dari fiil ra-hi-ba, yarhabu, rahbun. Kata ini bermakna luas, lapang, dan terbuka. Dalam pengertian yang lebih luas, tarhib berarti menyambut dan menerima sesuatu dengan kelapangan hati serta penuh suka cita.
Dalam konteks Ramadhan, tarhib Ramadhan dimaknai sebagai sikap menyambut datangnya bulan suci dengan rasa gembira, antusias, dan kesiapan lahir maupun batin. Penting dicatat, tarhib menggunakan huruf ha tipis. Jika menggunakan ha tebal, maknanya justru berubah menjadi mengancam.
2. Tarhib sebagai Sunnah Rasulullah SAW
Baca Juga: Banyak yang Keliru! Ini Hukum Mengganti Puasa Ramadan di Nisfu Syaban 2026
Makna tarhib Ramadhan juga tercermin dari teladan Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi menyampaikan kabar datangnya Ramadhan dengan penuh kegembiraan, menyebutnya sebagai pemimpin seluruh bulan dan tamu mulia yang membawa keberkahan.
Hal ini menunjukkan bahwa menyambut Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ibadah yang bernilai spiritual tinggi jika dilakukan dengan sikap hati yang benar.
3. Perbedaan Tarhib dan Targhib Ramadhan
Selain tarhib, istilah lain yang sering muncul menjelang Ramadhan adalah targhib. Meski terdengar mirip, keduanya memiliki makna berbeda. Targhib berasal dari kata raghghiba yang berarti menyukai atau mencintai.
Dengan demikian, tarhib berarti menyambut Ramadhan, sementara targhib bermakna menumbuhkan rasa cinta terhadap Ramadhan. Keduanya saling melengkapi, tarhib sebagai sikap awal menyambut, targhib sebagai rasa cinta yang mendorong amal saleh selama Ramadhan.
4. Memperbanyak Bekal Ilmu Menjelang Ramadhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat