- Nisfu Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026, saat umat dianjurkan amal saleh.
- Mengganti puasa Ramadhan (qadha) hukumnya wajib dan kedudukannya lebih utama daripada puasa sunnah Syaban.
- Puasa qadha sah dilaksanakan pada Nisfu Syaban; niatnya harus diutamakan daripada niat puasa sunnah Nisfu Syaban.
SuaraSurakarta.id - Menjelang pertengahan bulan Syaban, pertanyaan seputar puasa kembali ramai dibahas. Salah satu yang paling sering muncul adalah: apakah boleh mengganti puasa Ramadhan pada saat Nisfu Syaban, dan apakah boleh menggabungkan niat puasa Nisfu Syaban dengan mengganti puasa Ramadan?
Pertanyaan ini wajar muncul karena bulan Syaban dikenal sebagai waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Di sisi lain, tidak sedikit umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan yang belum ditunaikan. Kondisi ini membuat sebagian orang ragu, mana yang sebaiknya didahulukan dan bagaimana cara berniatnya.
Kapan Nisfu Syaban 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kementerian Agama RI, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, serta pengumuman Lembaga Falakiyah PBNU, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, Nisfu Syaban (15 Syaban 1447 H) bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Adapun malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah Magrib.
Pada hari Selasa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah Syaban. Namun, bagaimana jika pada hari itu seseorang justru ingin mengganti puasa Ramadhan?
Kedudukan Mengganti Puasa Ramadhan
Puasa qadha atau mengganti puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, hamil, menyusui, atau safar.
Kewajiban ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, yang menjelaskan bahwa siapa pun yang tidak berpuasa karena uzur wajib menggantinya di hari lain. Para ulama sepakat bahwa qadha Ramadhan harus ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya, selama seseorang mampu melakukannya.
Baca Juga: 115 Botol Miras dan Ganja Disita, Operasi KYRD Polresta Solo Gemparkan Akhir Pekan
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa menunda qadha tanpa uzur hingga masuk Ramadhan berikutnya termasuk perbuatan dosa, meskipun kewajiban qadhanya tetap harus ditunaikan. Dari sini terlihat jelas bahwa mengganti puasa Ramadhan memiliki kedudukan lebih utama dibanding puasa sunnah, termasuk puasa Nisfu Syaban.
Apakah Boleh Mengganti Puasa Ramadhan Saat Nisfu Syaban?
Secara fikih, boleh dan sah mengganti puasa Ramadhan pada hari Nisfu Syaban, yakni Selasa, 3 Februari 2026. Tidak ada larangan syariat untuk melaksanakan puasa wajib di bulan Syaban, termasuk pada pertengahan bulan.
Bahkan, mengganti puasa Ramadhan di bulan Syaban dinilai lebih baik karena waktunya sudah mendekati Ramadhan berikutnya. Hal ini juga mencegah penundaan kewajiban.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah ra. berkata bahwa dirinya masih memiliki utang puasa Ramadhan dan baru mampu mengqadhanya di bulan Syaban. Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa mengganti puasa Ramadhan di bulan Syaban diperbolehkan dan sah, termasuk jika bertepatan dengan Nisfu Syaban.
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Nisfu Syaban dan Qadha?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Ribuan Warga Solo Serbu Meet & Greet Harusnya Horror, Reza Arap: Senang Banget!
-
BRI dan Pegadaian Sinergikan Ekosistem Emas untuk Indonesia