"Ya saya ke sana karena saya membaca, beliau Pak Ir Kasmudjo, kemudian Dekan Fakultas Kehutanan, Rektor UGM digugat. Beliau inikan sudah tua, sudah sepuh," terangnya.
Jokowi menegaskan siap membantu mantan dosen pembimbing akademiknya dari sisi tim hukumnya.
"Saya ke sana untuk mengkonfirmasi apakah mungkin saya bisa membantu dari sisi tim hukumnya. Ternyata sudah dibantu dari Fakultas Kehutanan UGM," jelas dia.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga bernostalgia semasa kuliah dibimbing Kasmudjo. Mereka berbincang berbicara mengenai pelajaran-pelajaran dulu.
Karena beliau itu yang memegang penuh di laboratorium dan teorinya yang mengenai struktur dan sifat kayu.
"Jadi mengecek satu-satu, ini kayu apa, og merbabu, ini kayu apa kayu jati, ini kayu apa, kayu mahoni, baunya seperti apa. Beliau Pak Ir Kasmudjo itu jagonya," paparnya.
Jokowi mengatakan kalau beliau itu biasa saja saat menanggapi gugatan soal ijazahnya. "Ya beliau, ya biasa saja," imbuh dia.
Soal polemik ini yang sudah menyeret beliau (Kasmudjo) yang tidak ada hubungannya, Jokowi menyebut sebetulnya hal yang ringan tetapi ya memang harus diselesaikan di ranah hukum.
"Karena kalau nggak berkepanjangan terus," tandasnya.
Baca Juga: Mediasi Buntu, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Dipastikan Lanjut ke Persidangan
Sebelumnya, Kasmudjo mengungkap pertemuannya dengan mantan anak didiknya pada Selasa (13/5/2025) kemarin.
Dia mengaku pertemuan kemarin merupakan kali pertama setelah Jokowi lulus kuliah dan menjadi Presiden RI hingga tak lagi menjabat sekarang.
"Belum pernah ketemu [sebelum ini], baru sekali itu," kata Kasmudjo saat ditemui di kediamannya di daerah Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/5/2025).
"Ya, kira-kira, 3/4 jam, hampir 45 menit, ya, kira-kira," imbuhnya.
Diceritakan Kasmudjo, kunjungan Jokowi itu sebelumnya diinformasikan oleh anggota kepolisian.
Dia bahkan tak berkomunikasi langsung dengan Jokowi perihal kedatangannya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Air Makin Langka, Warga Sukoharjo Terpaksa Mandi Sehari Sekali demi Berhemat