SuaraSurakarta.id - Pengacara penggugat ijazah Jokowi, Muhammad Taufiq tersandung kasus hukum dugaan pelecehan dan ujaran kebencian.
Taufiq pun sudah dilaporkan ke Satreskrim Polresta Solo oleh sesama pengacara, Asri Purwanti.
Selain itu, juga turut terlapor sebanyak tujuh orang yang dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Asri mengungkapkan, kedatangannya ke Satreskrim Polresta Solo adalah untuk menindaklanjuti laporannya terkait dugaan ujaran kebencian, penghasutan, pelecehan seksual secara verbal, dan penyerangan kehormatan yang diduga disebarkan oleh M Taufiq dan beberapa pihak lainnya melalui kanal YouTube dan TikTok.
"Jadi yang bersangkutan sudah menyerang kehormatan saya. Di mana ujaran ini dipublikasikan kepada khalayak umum melalui YouTube. Atas perbuatan ini, saya tidak terima. Karena saya tidak pernah bersinggungan dengan mereka, namun saya dilecehkan dan dihina. Saya beri pelajaran biar ke depannya tidak ada orang yang dilecehkan lagi," kata Asri, Kamis (15/5/2025).
Asri menduga, tindakan M Taufiq ini dipicu oleh ketidakpuasan setelah rekannya, Zaenal Mustofa, ditetapkan sebagai tersangka di Polres Sukoharjo.
"Sebenarnya gampang, kalau tidak suka dan tidak terima, ya sudah lakukan upaya hukum, bukan koar-koar," sindirnya.
Lebih lanjut, Asri mengungkapkan rasa sakit hatinya atas beberapa pernyataan yang dilontarkan, termasuk tudingan pernah terlibat masalah hukum.
Klaim kedekatannya dengan ZM hingga personel Mabes Polri dan Polres. Termasuk, tuduhan yang sangat merendahkan dirinya.
Baca Juga: Temui Kasmudjo, Jokowi Tawarkan Bantuan Hukum Soal Dugaan Ijazah Palsu
"Coba, apa tidak kurang ajar seperti itu. Saya seorang wanita dan seorang ibu, bisa dikatanya seperti itu. Menurut saya itu sudah menghina banget," ujarnya dengan nada kecewa.
Asri menambahkan, video yang berisi ujaran tersebut juga disebarkan di sejumlah grup WhatsApp pengacara. Baik di tingkat lokal maupun nasional, di mana baik dirinya maupun M Taufiq tergabung dalam grup yang sama.
"Ini bukan kali pertama, nama saya dijelek-jelekkan dia sudah beberapa kali. Tapi menurut saya ini tidak bisa dibiarkan lagi, harus ada proses hukum," tegas Asri.
Untuk memperkuat laporannya, Asri menyerahkan sejumlah bukti berupa video ucapan M Taufiq di kanal YouTube dan TikTok.
Serta tangkapan layar (screenshot) saat M Taufiq menyebarkan tautan video tersebut ke beberapa grup WhatsApp advokat.
Dikonfirmasi secara terpisah, M Taufiq mengaku mengenal sosok Asri. Namun tidak memiliki hubungan personal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng