SuaraSurakarta.id - Calon Wali Kota Solo nomor urut 2, Respati Ardi, menunjukkan gaya khasnya saat menyalurkan hak pilih dalam Pilkada Solo 2024.
Mengenakan sarung batik, Respati mencoblos di TPS 008, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, sekitar pukul 09.50 WIB.
Ketika ditanya mengenai alasan memilih sarung sebagai busananya saat mencoblos, Respati menjawab dengan santai. "Enak, Mas. Silir (adem—Red)," ucapnya sembari tersenyum.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada makna khusus di balik pilihan ini selain kecintaannya pada sarung.
"Saya suka saja pakai sarung. Semoga ini bisa jadi kebiasaan, supaya kita membiasakan orang memakai sarung batik. Dengan begitu, UMKM batik, terutama batik khas Solo, bisa makin laris," jelasnya.
Respati memulai harinya dengan ritual yang penuh makna.
"Tadi pagi saya bangun tidur, lalu sungkem dulu ke orang tua, mulai dari mertua, ibu, dan juga ziarah ke makam bapak," ceritanya.
Tindakan ini ia lakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa sebelum melaksanakan hak pilihnya dalam Pilkada.
Saat mencoblos, Respati mengaku merasakan pengalaman yang unik.
Baca Juga: Kampanye Pilkada Solo Berakhir, Bambang Gage Copot Sendiri APK di Sepanjang Jalan
"Lucu rasanya nyoblos gambar saya sendiri," ujarnya sambil tertawa ringan.
Meski begitu, ia berharap proses Pilkada kali ini bisa berjalan aman, damai, dan lancar.
"Semoga ini menjadi pesta demokrasi yang benar-benar membuat masyarakat berbahagia," harapnya.
Respati mengungkapkan keyakinannya akan hasil Pilkada Solo 2024. "Saya masih optimis," tegasnya, tanpa menampik bahwa keputusan akhir ada di tangan rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox