SuaraSurakarta.id - Calon Wali Kota Solo, nomer urut 2, Respati Ardi, blusukan sekaligus menunjukkan aksinya sedang memakan 'buaya'.
Hal itu dilakukan Respati dalam acara sarasehan dan silaturahmi dengan warga Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (10/11/2024) malam.
"Kita makan buayanya dulu, biar gak merepotkan. Rasanya manis di mulut, seperti buaya. Ini salah satu kuliner yang kreatif di Kota Solo yang hits banget," kata Respati Ardi sambil menyeruput kembali minuman es jelly.
Ya tentu saja itu bukan buaya asli, tetapi es jelly dari Pipapoy yang viral. Es Jelly dibuat dengan berbagai karakter yang lucu dan sangat disukai anak-anak dengan harga mulai Rp 12.000 hingga Rp 20.000 tergantung dari jumlah jelly karakter yang dimasukkan ke dalam cup.
"Yang diminum Mas Respati itu, es jelly yang dibentuk karakter tertentu dari mulai buaya, kelinci, hiu, gurita, ayam dan macem-macem jenisnya, tapi yang jelly yang dimakan Mas Respati ini buaya sama kelinci," kata Gilang owner Es Jelly Pipapoy.
Bertemu dengan Respati Ardi, Gilang menceritakan suka duka saat berjualan di car free day (CFD) hingga pindah-pindah tempat beberapa kali. Di hari Senin hingga Jumat, Es Jelly Es Jelly Pipapoy buka kawasan belakagn UNS, tepatnya di Jalan Surya No 17 mulai jam 10.00 -16.30 WIB.
"Mas Gilang selamat atas bisnisnya yang sudah viral," kata Respati Ardi.
Dalam sarasehan tersebut, Respati Ardi yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo memperkenalkan diri sebagai calon Wali Kota Solo nomer urut 2, berpasangan dengan Rektor di Universitas Surakarta (UNSA), Astrid Widayani, sebagai calon Wakil Wali Kota.
Kepada warga Mojo tersebut, Ketua HIPMI Solo tersebut menyampaikan sejumlah program-programnya dari mulai Posyandu Plus, yang akan menghadirkan psikolog dan rohaniawan untuk kesehatan mental atau kesehatan jiwa.
Baca Juga: Keraton Solo Tegur Dua Paslon Soal Alat Peraga Kampanye, Ini Penyebabnya
Selain itu juga ada program usaha mikro kecil menengah (UMKM) Center, yang akan menberikan bantuan modal dan jual bagi pelaku UMKM.
"Bantuan modalnya bukan berbentuk uang cash, tetapi dalam bentuk barang dagangan. Dan bagi UMKM yang ingin jualan laris akan dibantu jual, dengan cara dipromosikan," jelas Respati Ardi.
Tak hanya itu sejumlah program lainnya juga disampaikan Respati Ardi antara lain, insentif pengurus RT/RW, insentif pengurus Posyandu, beasiswa bagi siswa beprestasi, pelayanan Puskesmas Plus dan sejumlah program untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk berbagai bantuan yang selama ini diterima masyarakat akan dilanjutkan.
Sarasehan tersebut diakhiri dengan foto bersama warga, serta menikmati sejumlah produk UMKM termasuk Es Jelly Pipapoy. Bahkan Respati Ardi juga mendatangi lapak Es Jelly Pipapoy yang khusus dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Ketua HIPMI Solo tersebut juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk tetap bersemangat, tidak mengeluh, konsisten dan kreatif agar produknya disukai masyarakat.
"Pesan buat UMKM harus konsisten, kalau kalian bisa efektif, kreatif begini, nyatanya bisa laris. Jangan ada kata ngeluh," pesan Respati Ardi kepada para pelaku UMKM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu