SuaraSurakarta.id - Keraton Solo mengusulkan agar Wali Kota Solo yang baru nantinya membuat patung raja keraton yang sudah menjadi pahlawan nasional.
Hal itu diungkapkan kerabat Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandasari (Gusti Moeng) saat ditemui disela-sela peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2024).
"Saya mengusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang baru untuk membuat patung sinuhun yang sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional," terang Gusti Moeng.
Dia menjelaskan di wilayah Boyolali di daerah Selo sudah ada. Namun justri di Kota Solo belum ada yang menginisiasi patung serupa.
"Saya hanya weling pada wali kota yang akan menjabat nanti untuk memikirkan ini. Secepatnya untuk membuat patung Sinuhun," tandas putri dalem PB XII ini.
Seperti diketahui, ada dua raja Keraton Kasunanan Surakarta yang sudah bergelar pahlawan nasional. Keduanya adalah Sinuhun Paku Buwono (PB) VI dan PB X.
Saat ini, keraton akan mengusulkan Sinuhun PB XI dan PB XII sebagai pahlawan nasional. Persyaratan untuk pengajuan tersebut sudah dipersiapkan.
"Semua persyaratan untuk pengajuan itu sudah ada. Untuk naskah dan bukti dukungan buat sudah siap, nanti tinggal bersama-sama dengan akademisi," ungkapnya.
Rencana pengajuan ini akan dilakukan tahun 2025 nanti. Bukan tanpa alasan PN XI dan PB XII akan diusulkan sebagai pahlawan nasional.
Baca Juga: 5 Wisata Malam di Solo yang Bikin Susah Kedip, Dari Romantis Hingga Murah Meriah!
Menurutnya PB X pernah melakukan perjalanan dari Ende sampai Nias menyatukan tekad untuk membuat perubahan dalam kehidupan di Nusantara. Yang mendirikan sebuah negara yang berdaulat bersama-sama disengkuyung kerajaan-kerajaan.
"PB XI lah yang menugaskan para pejabat keraton yang berjumlah 14 orang membentuk BPUPKI. Setalah itu PB XII mengeluarkan maklumat dengan menggabungkan wilayah kerajaan dengan NKRI," papar dia.
Gusti Moeng menilai dari Sinuhun PB X yang bersama-sama kerajaan dan eksekusinya adalah PB XII. Untuk PB XII di risalah BPUPKI di bab 15 itu menentukan bahwa NKRI memakai bendera merah putih.
"Rencana tahun depan kita ajukan usulan setelah pemerintah sudah jalan. Sebetulnya dari PB XI yang memerintahkan pejabat keraton bersama-sama pemuda yang lain untuk membentuk BPUPKI dan keluarnya maklumat PB XII itu sudah jelas sekali niat perjuangan beliau mendirikan negara ini," tandasnya.
"Jadi terwujudnya NKRI ini dari hasil diplomasi PB X, terus PB XI membentuk wadah persiapan kemerdekaan, dan PB XII yang mengeksekusi untuk menggabungkan wilayah kerajaan ke dalam NKRI," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan
-
480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026
-
Haul Habib Ali Diprediksi Dihadiri Ribuan Jamaah, 480 Personel Disiagakan
-
Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI
-
Jokowi Buka Suara Soal Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!